alexametrics

Cara Mudah Belajar Menyajikan Teks Cerpen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini peserta didik melaksanakan pembelajaran secara online untuk menghindari penyebaran virus tersebut. Peserta didik sudah belajar secara online sejak Maret 2020. Banyak kendala yang dihadapi oleh peserta didik dan guru. Guru harus tetap semangat menghadapi kendala agar peserta didik tetap mendapatkan haknya.

Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX semester satu ada materi teks cerpen. Dalam pembelajaran teks cerpen terdapat Kompentensi Dasar 4.6 Mengungkapkan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan. Tidak mudah peserta didik dapat membuat sebuah cerpen. Guru harus bisa membuat peserta didik dengan mudah membuat cerpen walaupun masih sederhana.

Sebelum melangkah lebih jauh pembahasan tentang penulisan teks cerpen, guru memberikan tugas literasi cerpen dengan tema tertentu. Selain peserta didik mencari cerpen untuk dibaca sendiri, guru juga memberikan beberapa judul cerpen untuk dibaca. Setelah mereka membaca cerpen, guru menugaskan peserta didik menuliskan hal-hal yang menarik tentang cerpen yang dibaca. Tujuannya untuk mengetahui peserta didik mampu mengungkapkan kembali cerpen yang dibaca. Juga untuk mengasah kemampuan peserta didik menuliskan kembali cerita yang telah dibaca dengan bahasa sendiri.

Baca juga:  Menciptakan Laboratorium Demokrasi di Kelas melalui Pembelajaran NHT

Dalam membuat cerpen, peserta didik berdasarkan suatu peristiwa atau kejadian yang dialami dan tentunya peristiwa tersebut memiliki masalah yang harus diselesaikan. Mereka harus mempersiapkan satu peristiwa yang sangat mengesankan. Kemudian mengelompokkan latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Setiap latar, peserta didik harus mampu membuat deskripsinya. Tidak hanya latar saja yang dideskripsikan oleh peserta didik, tetapi juga tokoh-tokohnya. Dalam hal ini peserta didik dilatih untuk mengimajinasi karena cerpen, termasuk cerita fiksi, yaitu cerita tidak nyata tetapi menarik untuk dibaca.

Setelah pesertan didik mengembangkan deskripsi latar dan tokoh berikutnya menentukan struktur teks cerpen secara ringkas. Stuktur teks cerpen meliputi orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Peserta didik mulai menuliskan garis-garis besar pada setiap bagian struktur teks cerpen. Kemudian mereka mengembangkan setiap struktur dengan memperhatikan deskripsi latar dan tokoh yang telah mereka buat. Tidak hanya itu saja pada bagian koda peseta didik harus mampu memberikan amanat untuk pembacanya.

Baca juga:  Asyiknya Bermain Rangkaian Separel dengan Metode Demonstrasi

Selain memperhatikan hal tersebut peserta didik juga harus menyelipkan kalimat-kalimat langsung untuk menambah daya imajinasi pembaca, dan juga membuat pembaca tidak bosan dengan cerpen yang mereka buat. Peserta didik mampu menguasai kalimat langsung dan kata ganti orang yang dibutuhkan dalam penulisannya.

Setelah selesai membuat cerpen, peserta didik membaca ulang cerpen yang telah dibuat, sekaligus mengoreksi hasil tulisannya sendiri. Hal yang diperhatikan dalam hal ini adalah tata tulis, kata ganti tanda baca, dan alur ceritanya. Langkah yang terakhir menulis kembali cerpen yang sudah dikoreksi, dan diperbaiki sesuai aturan penulisan cerpen. Demikian pengalaman penulis di SMP Negeri 4 Semarang dalam pembelajaran teks cerpen dengan memperhatikan hal-hal yang mendasar dalam penulisan cerpen. (lbs1/aro)

Baca juga:  Mengaktifkan Siswa Belajar Narrative Text dengan PBL

Guru SMP Negeri 4 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya