alexametrics

Asyiknya Belajar IPA di Hutan Sekolah

Oleh : Tetris Arum Maela Susanty, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penulis merupakan seorang guru IPA yang mengajar di sekolah daerah pegunungan di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di SMPN 1 Pejawaran. Jika penulis memandang keluar, yang terlihat hamparan hutan-hutan pinus. Udara di sana cukup sejuk dengan hawa segar pegunungan.

Sebenarnya lingkungan menjadi media pembelajaran yang potensial, faktual serta fungsional bagi anak dalam mencapai kemampuan-kemampuan belajar yang diharapkan. Penulis menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas 7.

Pada dasarnya, semua lingkungan yang ada di sekitar siswa dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di SMP. Hal itu sepanjang relevan dengan kompetensi dasar dan hasil belajar yang diharapkan dicapai siswa. Dari semua lingkungan yang dapat digunakan dalam proses pendidikan dan pembelajaran, secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga macam lingkungan belajar. Yakni, lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan buatan.

Baca juga:  PJJ Lebih Mudah dan Menyenangkan dengan Aplikasi TEAMS

Manfaat media berbasis lingkungan seperti: siswa dapat lebih memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, siswa dapat memperlakukan alam sebagai satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh, lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari siswa, dan penggunaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningfull learning). Dengan memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di linkungan siswa, dapat memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian siswa ke arah yang lebih baik. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik bagi siswa. Sebab, lingkungan menyediakan media pembelajaran yang sangat beragam dan banyak pilihan.Lingkungan alam sifatnya relatif menetap. Oleh karena itu jenis lingkungan ini akan lebih mudah dikenal dan dipelajari oleh siswa. Sesuai dengan kemampuannya, siswa dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan sehari-hari, termasuk juga proses terjadinya.

Baca juga:  Supervisi Klinis Pengawas Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru

Dengan mempelajari lingkungan alam ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari. Lebih dari itu diharapkan juga dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam. Siswa tentu akan memperoleh susuatu yang sangat berharga dari kegiatan belajarnya yang mungkin tidak akan ditemukan dari pengalaman belajar di kelas.Dengan mempelajari lingkungan alam sekitar, siswa dapat memperlakukan alam sebagai satu kesatuan utuh dan menyeluruh. Alam tidak dipandang sebagai ciptaan Tuhan yang berdiri sendiri dan sia-sia. Melainkan sebagai tempat berinteraksi.

Berinteraksi dengan lingkungan alam sekitar akan menimbulkan penghayatan baru dalam diri siswa tentang keterkaitan antar lingkungan. Penghayatan baru terhadap keterkaitan berbagai lingkungan, akan lebih mendalam dan meluas manakala didukung oleh praktik pendidikan lingkungan yang terencana dan berkesinambungan. Demikian pula guru pun harus mampu memanfaatkannya secara maksimal. Sehingga, dapat membantu mengembangkan berbagai potensi dan kemampuan siswa secara optimal. Potensi lingkungan yang demikian banyak tersebut akan menjadi sia-sia jika guru tidak peka dan tidak kreatif dalam memanfaatkannya. (lbs1/ton)

Baca juga:  Kerak Penggerak Kreativitas Siswa

Guru SMP N 1 Pejawaran, Banjarnegara.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya