alexametrics

Sukseskan Perubahan Paradigma Pembelajaran pada Guru

Oleh : Drs. Abdul Choliq

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Secara etimologi kepala sekolah adalah guru yang memimpin sekolah. Berarti secara terminologi, kepala sekolah dapat diartikan sebagai tenaga fungsional guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan peserta didik yang menerima pelajaran. Pola kepemimpinannya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan kemajuan sekolah. Oleh karena itu dalam pendidikan modern kepemimpinan kepala sekolah merupakan jabatan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan.

Permasalahan di SDN Kranding adalah selama ini guru dalam menyampaikan materi hanya menggunakan metode konvensional saja, sehingga siswa kurang memahami terhadap materi yang disampaikan dan hasil belajarpun tidak maksimal. Pembelajaran dengan model ceramah biasa hanya membuat para siswa mengingat, memahami, dan mengaplikasikan pelajaran. Ini pembelajaran model dahulu yang hanya berkutat bagaimana siswa memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya.

Baca juga:  Quantum Teaching Bikin Belajar Ekosistem Menyenangkan

Pada dasarnya tingkat keberhasilan belajar mengajar dipengaruhi banyak faktor di antaranya kemampuan guru. Akhirnya penulis menerapkan paradigma baru kepada para guru yang bertujuan membawa perubahan mindset, dan perubahan mindset membawa implikasi operasional sejalan dengan tujuan yang akan dicapai oleh perubahan paradigma. Apabila digambarkan sebagai suatu bagan alir, maka perubahan di satu titik akan mempengaruhi aktivitas berikutnya. Di samping itu guru harus harus mampu membuat lembar kerja siswa yang mendorong siswa terus berpikir analitis, kritis dan pada akhirnya melahirkan suatu karya.

Kemudian penulis memberikan beberapa metode pembelajaran aktif kepada guru-guru dalam penyampaian materi pada peserta didik. Sepuluh macam strategi pembelajaran aktif yang akan kami paparkan adalah learning contract, index card match, giving question and getting answers, crossword puzzle, physical self assessment, keep on learning, modling the way, billboard ranking, silent demonstration, dan practice – rehearsal pairs.

Baca juga:  Metode Talking Stick Mudahkan Belajar Teks Pidato

Berikut model pembelajaran aktif antara lain : Pertama, learning contract (kontrak belajar). Belajar mandiri sering lebih mendalam dan lebih permanen pengaruhnya, akan tetapi guru harus yakin bahwa ada kesepakatan yang jelas tentang apa dan bagaimana sesuatu yang akan dipelajari. Kedua, index card match (mencari pasangan). Strategi/model pembelajaran aktif ini cukup menyenangkan untuk digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Ketiga, giving question and getting answers (memberi pertanyaan dan menerima jawaban). Strategi ini sangat baik digunakan untuk melibatkan siswa dalam mengulang materi pelajaran yang telah disampaikan. Keempat, crossword puzzle. Teka-teki dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung. Bahkan strategi ini dapat melibatkan partisipasi siswa secara aktif semenjak awal. Kelima, keep on learning (belajar terus). Strategi ini mengajarkan kepada siswa bahwa belajar bukan hanya pada jam pelajaran saja tetapi bisa dilakukan dengan cara mencari sesuatu dengan membaca segala jenis bacaan. Dengan membaca akan mengembangkan kecerdasan dan kemampuan otak dalam menyelesaikan berbagai kesulitan. Keenam, practice – rehearsal pairs (praktek berpasangan). Strategi sederhana yang dapat dipakai untuk mempraktekkan suatu ketrampilan atau prosedur dengan teman belajar tujuannya adalah untuk menyakinkan masing-masing pasangan dapat melakukan ketrampilan dengan benar.

Baca juga:  Gaya Pembelajaran Inklusi Tingkatkan Kompetensi Gerak Spesifik Smash Bola Voli

Dengan penerapan metode akan dapat memudahkan siswa memahami materi. Dan dengan metode tersebut sangat penting karena ke depan Indonesia harus menghadapi kompetisi global yang membutuhkan manusia-manusia yang memiliki ketrampilan berpikir tingkat tinggi, analitis, kritis dan kreatif. (ce4/ton)

Kepala Sekolah SDN Kranding Kec. Tirto Kab. Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya