alexametrics

Metode Iqro adalah Belajar BTA dengan CBSA

Oleh : Slamet Indriyati, S. Pd. I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Indonesia sebagai Negara muslim terbesar di dunia memiliki keterikatan khusus dengan Alquran. Alquran sebagai landasan hidup kaum muslim dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kaum muslim. Sehingga kebutuhan pembelajaran baca tulis Alquran akan selalu ada dan terus bertambah. Anjuran baca tulis Alquran menjadi hal yang sangat penting sebagaimana yang tertulis dalm surat al-’Alaq ayat 1-5 yang berbunyi: “Bacalah dengan menyebut Tuhanmu yang menciptakan, dia telah menciptaan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmu yang maha pemurah, yang mengajar manusia dengan perantara kalam, dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui” (QS: al- ‘Alaq 1-5).

Seiring dengan berkembangnya zaman kebutuhan baca tulis Alquran semakin banyak. Tuntutan kemampuan baca tulis Alquran telah menjadi salah satu fenomena yang menyebar. Oleh karenanya berdirilah lembaga pendidikan non-formal yang biasa disebut Taman Pendidikan Alquran. Taman pendidikan Alquran hampir ada disetiap daerah serta memiliki berbagai metode pembelajaran baca tulis Alquran yang beragam. Permasalahan yang sering tampak pada siswa SD, terutama pada peserta didik SDN 02 Harjosari kelas 4 sampai kelas 6 bahwa untuk membaca dengan benar sesuai aturan (tartil) dirasakan oleh sebagian besar guru pada saat mengajarkan agama pada kompetensi bacaan Alquran masih banyak siswa yang belum lancar membaca Alquran.

Baca juga:  Asyiknya Belajar tentang ASEAN dari Rumah dengan Aplikasi Kuis

Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang sistematis dan berurutan. Oleh sebab itu, kegiatan pembelajaran perlu direncanakan dengan baik. Beberapa kompetensi yang harus dikuasai Guru Agama Islam pada khususnya adalah merencanakan dan mendesain pembelajaran. Seorang Guru penidikan agama Islam perlu memiliki kompetensi merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil dan proses pembelajaran. Guru juga harus mempunyai landasan dalam mendesain pembelajaran agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Kenyataan seperti itulah tidak sedikit orang tua siswa serta mendorong anak-anak untuk mendapat pelajaran khusus di tempat pendidikan nonformal. Akhirnya penulis menerapkan suatu metode pembelajaran Qiro’ati.

Metode Iqro merupakan metode Alquran bentuk syaufiyah yang dirancang untuk anak sekolah, terdiri dari jilid 1 smpai dengan 6. Metode Iqro’ ini disusun oleh KH. As’ad Human yang berdomisili di Yogyakarta. Buku Iqro’ merupakan buku ajar membaca Alquran yang sangat popular di Indonesia. Kepopuleran buku ini mungkin disebabkan atas kesesuaian dan keefektifannya dalam pembelajaran membaca Alquran sehingga banyak anak yang berhasil membaca Alquran dengan baik setelah mempelajarinya.

Baca juga:  Mentimeter Dikuasai, Siswa Happy di Masa Pandemi

Langkah-langkah metode Iqro’ antara lain : Pertama, didahului dengan melakukan penjajakan untuk mengetahui batas kemampuan murid. Kedua, pembelajaran Iqro’ yang bersifat private. Setiap peserta didik disimak bacaannya satu persatu secara bergiliran, kemudian peserta didik dapat membaca atau menulis bacaannya sendiri. Ketiga, pembelajaran dengan menggunakan metode CBSA (cara belajar siswa aktif). Guru menyebutkan pokok-pokok materi pelajaran dan tidak untuk mengenalkan istilah-istilah, kemudian peserta didik membaca sendiri latihan-latihan yang telah ditunjukkan oleh guru. Apabila peserta didik keliru ketika membaca huruf, guru memberikan teguran dengan isyarat. Keempat, pembelajaran dengan metode asistensi. Asistensi yang dimaksud adalah metode untuk mengatasi kekurangan guru dengan memberikan tugas dan kepercayaan kepada peserta didik yang lebih tinggi pengusaaan atau menurut tingkatan jilid untuk membantu dalam

Baca juga:  Flipped Method dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Masa Pandemi Covid-19

KBM antara guru dengan siswa membaca Alquran yang dilakukan di SDN 02 Harjosari dengan menggunakan cara siswa belajar aktif (CBSA), siswa aktif untuk belajar dan membaca sendiri apabila ada kekeliruan dalam membaca, sedangkan guru baru membetulkan yang pertama dengan syarat masih terjadi kesalahan baru ditunjukkan bacaan yang benar. (ce3/ton)

Guru PAIBP SDN 02 Harjosari Kec. Doro Kab. Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya