alexametrics

Memperkuat Karakter Siswa dengan Konsep Ki Hajar Dewantoro

Oleh : Dra. Siti Nur Handayani

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID Tanggal 2 Mei merupakan hari yang istimewa bagi dunia pendidikan. Ya, 2 Mei sebagai hari kelahiran pahlawan pelopor pendidikan, Ki Hajar Dewantara, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional Nasional (Hardiknas). Banyak ide dan ajaran beliau yang diterapkan dalam dunia pendidikan nasional. Lantas bagaimana mengejawantahkan ajaran pahlwan pendidikan nasional ini di masa pandemi ini?

Di masa pandemi Covid-19 meski proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), upaya pengembangan karakter siswa harus tetap berjalan. Apapun alasannya, pembentukan moral generasi penerus bangsa harus tetap terpelihara dengan baik.
Berbagai gagasan dan pandangan Ki Hajar Dewantara sebagai pedoman pembangunan pendidikan nasional tetap relevan di era milenial ini. Konsep Tripusat Pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara dapat digunakan sebagai strategi pengembangan karakter siswa yang merupakan aspek penting dalam pendidikan formal maupun informal. Tripusat Pendidikan adalah konsep pendidikan yang melibatkan pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah/perguruan dan di lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Google Suite For Education Tingkatkan Hasil Belajar Daring Geografi di Masa Pandemi

Keberhasilan proses pendidikan tidak semata-mata bertumpu di ruang formal tetapi harus berkesinambungan dan berkolaborasi dengan peran orang tua serta lingkungan sekitar siswa. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat merupakan lingkungan pertama bagi perkembangan individu anak.

Semenjak pandemi Covid-19 melanda tanah air, kontrol sekolah terhadap siswa sangat terbatas karena murid berada di rumah sementara guru berada di sekolah atau di tempat yang berbeda. Oleh karena itu, untuk memastikan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini, guru harus dapat menerjemahkan Tripusat Pendidikan ini. Salah satunya dengan merawat hubungan antara wali kelas atau pengajar dengan wali murid.

Antara wali kelas dan wali murid harus menjalin hubungan erat dengan mengintensifkan komunikasi dua arah. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia yang bermuara pada tumbuh kembang siswa baik dalam aspek akademik maupun karakternya.
Konsep Tripusat Pendidikan telah dilaksanakan di SMA Negeri 3 Salatiga melalui program Sapa Pagi. Di zaman kekinian, wali kelas dapat menyapa dengan sapa pagi secara berkala menggunakan Whatshap, pesan singkat serta zoom meeting maupun dengan memanfaatkan kelas maya secara gratis seperti google classroom, akun belajar.id, Edmodo dan dan aplikasi lainnya.

Baca juga:  Memaknai Isi dan Nilai Hikayat dengan Model Pembelajaran CIRC

Salah satu karakter yang diharapkan terbangun dalam diri siswa selama PJJ ini adalah kejujuran. Hal ini dapat dinilai antara lain dari kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan selama di rumah. Namun, ternyata pengembangan karakter kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan religius siswa tidak bisa terpenuhi secara optimal dengan jarak jauh.
Terbentuknya karakter yang baik merupakan salah satu indikator utama dalam keberhasilan pendidikan. Karakter yang baik seperti disiplin, jujur serta bertanggung jawab yang telah terbangun dalam diri siswa diyakini dapat membantunya dalam menghadapi berbagai dinamika tantangan ke depan termasuk berhasil meraih prestasi akademik.

Masyarakat juga memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Mereka juga mempunyai kewajiban untuk mengembangkan serta menjaga keberlangsungan penyelenggaraan proses pendidikan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga.
Hal itu selaras dengan rumusan pengertian pendidikan yang tertuang dalam UU No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Senam Lantai Guling Belakang dengan Bidang Miring

Peran serta ketiga lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat harus dapat menunjang tercapainya pendidikan bagi anak. Ketiga lingkungan pendidikan tersebut mempunyai peran masing-masing di dalam proses pendidikan serta saling mengisi dan memperkuat satu dengan yang lain. Hal ini sebagaimana ajaran KH Dewantara yang sangat populer yakni: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Selamat memeringati Hari Pendidikan Nasional tahun 2021. (bs1/lis)

Guru PPKn SMA Negeri 3 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya