alexametrics

Asah Daya Ingat Siswa Belajar Tematik dengan Metode SYI

Oleh : Tusono, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM membelajarkan peserta didik, guru perlu mengembangkan kompetensi dan tekniknya dalam mengajar. Seringkali guru kurang memperhatikan teknik mengajar. Banyaknya mata pelajaran yang harus dikuasai oleh guru, membuat para guru menerapkan metode ceramah dari hari ke hari sehingga peserta didik merasa jenuh, bosan, bahkan malas-malasan mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut berdampak pada penurunan prestasi belajar peserta didik. Sebagai seorang guru, harus pandai mengelola kelas, mengemas suatu pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Di kelas 6 peserta didik SDN 01 Kebonagung penulis menemukan ketika pembelajaran sedang berlangsung ada beberapa siswa yang bercerita di bangku dengan temannya ketika guru sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas. Hal ini sangat menggannggu proses KBM didalam kelas. Pada materi Masyarakat Sehat Negara Kuat, hasil belajar rata-rata dibawah KKM kelas. Karena guru masih menggunakan model pembelajaran secara konvensional. Sehingga siswa merasa bosan dan tidak tertarik pada pelajaran.

Baca juga:  Belajar Tematik Menarik yang Bervariatif melalui PMM

Penulis akhirnya mengubah metode pembelajaran dengan metode yang tidak biasanya, yaitu metode pembelajaran kooperatif tipe Share Your Information/ SYI (Berbagi informasi). Metode ini lebih menekankan partisipasi aktif dan pada terjalinnya kerjasama siswa dalam pembelajaran. Proses pembelajaran BI termasuk dari bagian pembelajaran PAKEM, yang mempunyai ciri-ciri menyenangkan. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya Dalam pelaksanaannya model ini lebih kepada trasformasi pengetahuan dalam bentuk penyampaian materi/ informasi yang relevan dengan cara yang menyenangkan bagi siswa dan guru yang melibatkan semuannya dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran ini anatara lain: Pertama, Guru mengawali kegiatan dengan apersepsi dan memeberikan motivasi belajar. Kedua, Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok terdiri dari 5 orang dan setiap kelompok memilih ketua masing-masing. Ketiga, Guru menjelaskan scenario pembelajaran dan menyiapkan materi pembelajaran didalam amplop kepada setiap ketua kelompok.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Operasi Bilangan Pecahan dengan Realistic Mathematics Education

Keempat, Guru memberikan aba-aba sebagai intruksi dimulainya kegiatan dan memebrikan batasan waktu 3 sampai 5 menit. Kelima, Masing-masing ketua kelompok memulai kegiatan dengan membuka amplop, membaca, dan menghafal materi yang terdapat dalam amplop tersebut. Keenam, Selanjutnya ketua kelompok membagikan materi/ informasi kepada anggota kesatu, anggota kesatu membisikkan anggota kedua, dilanjutkan secara berantai samapai anggota terakhir.

Ketujuh, Kemudian anggota terakhir disetiap kelompok menuliskan informasi materi tersebut. Selanjutnya ketua kelompok membagikan kembali informasi yang diperoleh dari anggota terakhir tersebut kepada setiap ketua kelompok. Kemudian setiap ketua kelompok menginformasikan lagi ke setiap annggotanya sampai semua informasi materi tersebut terkumpul. Kedelapan, Secara bersama-sama guru mengevaluasi jalannya kegiatan pembelajaran, mengklarifikasi, membuat kesimpulan.
Dengan penerapan metode Berbagi Informasi ini harapan penulis supaya dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa dalam bentuk interaksi sosial, memupuk kerjasama tim, dan berupaya mengasah daya ingat. (ce3/zal)

Baca juga:  Aktifkan Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya dengan SFAE

Guru SDN 01 Keboagung, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya