alexametrics

Meningkatkan Hasil Belajar Materi Kekongruenan dan Kesebangunan dengan Problem Posing

Oleh: Eka Sulistyaningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SELAMA ini masih banyak yang beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit untuk dimengerti dan dipahami. Sehingga banyak peserta didik yang tidak menyukai pelajaran matematika karena dianggap pelajaran yang sulit dan membosankan. Hal itu terjadi juga di SMPN 3 Kedungwuni,masih banyak peserta didik yang menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.Pembelajaran yang biasanya diterapkan di sekolah umumnya menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan, dimana pembelajaran berpusat pada guru.

Hal ini menyebabkan peserta didik mengalami kejenuhan yang berakibat kurangnya semangat dalam belajar.Kreativitas merupakan hal yang sangat jarang sekali diperhatikan dalam pembelajaran matematika,padahal untuk menghadapi tantangan perkembangan IPTEK dan informasi diperlukan sumber daya yang memiliki keterampilan tinggi yang melibatkan pemikiran kritis,sistematis,logis,kreatif dan kemampuan bekerjasama yang efektif. Cara berpikir tersebut harus dapat dikembangkan melalui pembelajaran matematika. Selain itu dalam aspek pemecahan masalah matematika diperlukan pemikiran-pemikiran kreatif dalam membuat ( merumuskan) menafsirkan dan menyelesaikan model atau perencanaan pemecahan masalah. Untuk mengatasi masalah diatas diperlukan suatu cara atau metode yang mendorong keterampilan berpikir kreatif peserta didik dalam pembelajaran matematika.

Baca juga:  Peran Kosakata dalam Belajar Bahasa

Salah satu model pembelajaran kelompok yang dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam belajar yaitu dengan menerapkan model pembelajaran problem posing. Model pembelajaran ini dapat mendorong peserta didik untuk aktif belajar dan membaca karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuat soal dari permasalahan yang mereka temukan dan menyelesaikannya sendiri atau diselesaikan oleh peserta didik yang lain, sehingga peserta didik lebih aktif dibandingkan guru.

Menurut Silver (Irwan, 2011: 3) problem posing merupakan aktivitas yang meliputi merumuskan soal-soal dari hal-hal yang diketahui dan menciptakan soal-soal baru dengan cara memodifikasi kondisi-kondisi dari masalah-masalah yang diketahui tersebut serta menentukan penyelesaiannya. Selanjutnya Amri (2013), menyatakan bahwa pada prinsipnya, model pembelajaran problem posing mewajibkan peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal dengan mandiri. Sejalan dengan pendapat tersebut, Thobroni dan Mustofa (2012), menyatakan bahwa model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan para peserta didik untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri.

Baca juga:  Peran Guru BK di Era Pandemi

Adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem posing menurut Budiasih dan Kartini (Syarifulfahm, 2009) adalah: membuka kegiatan pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi pelajaran, memberikan contoh soal, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membentuk soal dan menyelesaikannya, mengarahkan peserta didik untuk membuat kesimpulan, membuat rangkuman berdasarkan kesimpulan yang dibuat peserta didik, dan menutup kegiatan pembelajaran. Adapun langkah-langkah tersebut sudah penulis terapkan untuk kegiatan pembelajaran matematika di kelas IX SMPN 3 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada materi Kekongruenan dan Kesebangunan.

Model pembelajaran problem posing dapat memberikan pengaruh yang baik dalam belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini terbukti dengan pelaksanaan pembelajaran matematika pada materi Kekongruenan dan Kesebangunan dengan model problem posing di SMPN 3 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan berjalan dengan lancar. Pembelajaran matematika dengan model problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya materi Kekongruenan dan Kesebangunan. Untuk itu disarankan kepada para guru agar menggunakan model problem posing dalam pembelajaran matematika. (ti2/zal)

Baca juga:  Recorded Role Play Presentation Technique Tingkatkan Keterampilan Berbicara

Guru SMPN 3 Kedungwuni, Kab Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya