alexametrics

Pelajaran Kurs Jual dan Kurs Beli di WAG Tetap Asyik

Oleh : Anna Meiyanti S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru, dosen, dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar. Sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud : Nizam, oleh Yayat Hendayana, 2020).

Namun demikian, tidak semua peserta didik bisa menggunakan teknologi dengan nyaman, karena ada beberapa kendala. Pada pelajaran IPS kelas IXG SMP Negeri 20 Semarang materi Perdagangan Internasional, dimana peserta didik diajarkan untuk menghitung kurs mata uang. Guru memilih mengajar melalui Whatsapp Group (WAG), agar semua peserta didik bisa mengikuti dan berlatih menghitung kurs tanpa kendala. Karena dengan sarana ini hampir semua peserta didik bisa menggunakan. Meskipun agak lambat, tapi diharapkan peserta didik bisa memahami materi yang disampaikan.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Lebih Efektif dengan Metode Problem Based Learning

Pemanfaatan whatsapp sebagai forum diskusi dan penyebaran materi pembelajaran, agar dapat terlaksana salah satu caranya adalah dengan membetuk WAG. Di dalam WAG tersebut akan secara otomatis diketahui, jika ada yang mengirimkan pesan tertentu dan yang lainnya bisa dengan memberikan tanggapan yang jelas terkait topik yang ingin didiskusikan. Pada forum diskusi dan penyebaran materi pembelajaran di media whatsapp, diharapkan mahasiswa/siswa mampu mengaplikasikan atau memanfaatkan dengan semaksimal mungkin, sehingga sumber belajar dapat diciptakan serta dicapai melalui media social (Widya Larasati dkk, Portal Informasi Kami, 2017).

Pada KBM PJJ kali ini, guru menerangkan materi menghitung nilai tukar mata uang asing terhadap nilai mata uang dalam negeri (kurs). Dengan cara memotret materi serta langkah-langkah menghitung kurs jual atau kurs beli di WAG. Setelah itu, memberikan beberapa latihan soal yang harus dikerjakan peserta didik. Kemudian peserta didik diminta menyimak dan memahami materi. Jika ada yang kurang jelas, mereka bisa langsung bertanya, dan guru bisa langsung menjawab. Peserta didik yang sudah selesai mengerjakan latihan soal, langsung mengirim potret hasil latihan mereka saat itu untuk dikoreksi guru. Dan guru akan memberikan komentar hasil kerja mereka. Jika salah, guru bisa langsung menerangkan letak kesalahannya.

Baca juga:  Pembiasaan Salat Berjamaah melalui Laporan Harian

Memang perlu kesabaran dalam menerangkan materi kurs nilai mata uang, apalagi melalui WAG. Akan tetapi akan semakin asyik, karena tidak ada peserta didik yang mengeluh kesulitan mengakses pelajaran melalui WAG saat belajar menghitung kurs. Diselingi dengan bercanda dan obrolan ringan yang menyenangkan, peserta didik tetap bisa belajar. Tak ada halangan untuk tetap belajar di masa pandemi Covid-19. (pg1/ida)

Guru IPS SMP Negeri 20 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya