alexametrics

Asyiknya Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat dengan Kerikil

Oleh: Pramono Hadi Purwoto, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam mata pelajaran (mapel) matematika dikenal berbagai jenis bilangan, salah satunya bilangan bulat. Yakni, bilangan yang terdiri atas bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif dan nol. Himpunan bilangan bulat dilambangkan dengan B, B = {…., -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4,….} (M Cholik Adinawan dan Sugiono, Erlangga:2008).

Pemahaman siswa pada operasi bilangan bulat menentukan pemahaman pada materi–materi berikutnya. Keterampilan anak dalam mengoperasikan bilangan bulat sangat diperlukan. Operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat positif atau bilangan bulat negatif bukan hal yang mudah untuk siswa kelas 6 SD Negeri 01 Gapura. Karena bilangan negatif merupakan konsep yang abstrak.

Sifatnya yang abstrak, menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya. Oleh karena itu, diperlukan alat peraga atau benda–benda yang menjadi perantara, yang berfungsi untuk mengkonkretkan sehingga lebih jelas dan lebih mudah diterima oleh siswa.

Media adalah suatu alat yang digunakan untuk menunjukan sesuatu yang realistik atau nyata sehingga memperjelas pengertian siswa. Media batu kerikil akuarium yang berwarna-warni merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membina keterampilan siswa dalam mengoperasikan bilangan bulat.

Baca juga:  Membangun Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial melalui Pengenalan Tokoh Wayang

Meski terbilang klasik, namun media ini terbukti membuat siswa termotivasi dalam mempelajari operasi bilangan bulat khususnya penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Ditambah lagi warna dan wujudnya yang seperti kembang gula membuat siswa belajar matematika menjadi lebih asyik dan menyenangkan. Dengan menggunaan batu kerikil yang berwarna-warni ini, siswa terlibat langsung di dalam proses pembelajaran yang meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa itu sendiri.

Sebelum penggunaan media batu kerikil yang berwarna-warni ini, pada saat pembelajaraan kita buat aturannya terlebih dahulu. Aturannya pertama, buat kesepakatan untuk menetapkan batu kerikil positif (misal batu kerikil berwarna merah) dan batu kerikil negatif (misal batu kerikil berwarna biru). Kedua, definisikan bilangan nol sebagai semua batu kerikil yang berpasangan, artinya banyaknya batu kerikil merah sama dengan banyaknya batu kerikil biru. Ketiga, definisikan suatu bilangan bulat positif sebagai banyaknya batu kerikil merah yang tidak berpasangan. Terakhir, keempat, definisikan suatu bilangan bulat negatif sebagai banyaknya batu kerikil biru yang tidak berpasangan.

Baca juga:  Pentingnya Pendidikan Karakter di SMK

Penjumlahan dua buah bilangan bulat positif, dapat diilustrasikan dengan menggabungkan dua kelompok batu kerikil merah. Misalnya, 35 ditambah 13 sama saja dengan menggabungkan 35 batu kerikil merah (+) dengan 13 batu kerikil merah (+) hasilnya 48 batu kerikil merah (+). Jadi, 35 ditambah 13 sama dengan 48.
Penjumlahan yang berbeda tanda yaitu bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif, dapat diilustrasikan dengan menggabungkan dua kelompok batu kerikil. Masing-masing kelompok terdiri atas jenis batu kerikil yang mewakili bilangan yang dijumlahkan. Untuk penjumlahan bilangan bulat yang berbeda tanda, maka hasil penjumlahan adalah banyaknya batu kerikil yang tidak memiliki pasangan. Karena pasangan batu kerikil positif dan negatif memiliki nilai nol. Misalnya, 26 ditambah (-14) sama saja dengan menggabungkan 26 batu kerikil merah (+) dengan 14 batu kerikil biru (-). Hasil penjumlahan berbeda batu kerikil, menghasilkan 14 pasang batu kerikil nol dan 12 batu kerikil positif. Sehingga disimpulkan bahwa 26 ditambah (-14) adalah 12.

Baca juga:  Manfaatkan WA untuk Pembelajaran Sosiologi di Masa Pandemi

Untuk pengurangan dapat dilakukan dengan cara yang sama. Sedangkan untuk pengurangan bilangan negatif dikurangi bilangan negatif yang digabungkan dan dipasangkan adalah batu kerikil negatif. Misalnya, (-36) dikurangi (-24) sama saja menggabungkan 36 batu kerikil warna biru (-) dengan 24 batu kerikil warna biru (-). Hasilnya adalah 24 pasang batu kerikil warna biru dan 12 batu kerikil warna biru yang tidak memiliki pasangan. Yang tidak memiliki pasangan ini adalah hasilnya. Sehingga disimpulkan bahwa (-36) dikurangi (-24) adalah (-12).

Dengan menggunakan media batu kerikil warna-warni ini diharapkan membantu siswa lebih memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sehingga dengan keasyikan siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. (agu1/lis)

Guru Kelas 6 SDN 01 Gapura, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya