alexametrics

Pembelajaran Daring Fisika melalui Tingkatan Inquiry, Alternatif Merdeka Belajar

Oleh : Erni Eko Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Fisika adalah salah satu mata pelajaran yang butuh pemahaman konsep, metode untuk melihat dan memahami bagaimana semesta ini bekerja. Serta bagaimana bagian di dalamnya berkaitan satu sama lain. Berdasarkan temuan konsep fisika yang dilakukan oleh Archimedes aliran filsafat, yang mempengaruhi adalah aliran empirisme dan realisme.

Aliran filsafat empirisme mencoba memaparkan bahwa pengetahuan bersumber dari pengalaman. Sedangkan, aliran filsafat realisme anggapan bahwa objek indera kita adalah real. Intinya adalah fisika bukan hanya persamaan dan angka-angka semata. Namun, juga harus dilakukan dengan melibatkan praktikum di dalamnya. Tetapi, situasi pandemi sekarang ini menghancurkan semua itu. Praktikum yang seharusnya dilakukan di laboratorium sekolah tidak bisa lagi dilaksanakan akibat harus melakukan pembelajaran jarak jauh (daring).

Salah satu cara agar pembelajaran tetap terlaksana dengan baik meskipun semua aktivitas tetap berada di rumah adalah dengan pembelajaran jarak jauh (daring). Pembelajaran daring dapat memberikan fasilitas bagi peserta didik untuk merdeka belajar dari kemampuan dan keterampilan dasar yang disampaikan guru sampai dengan kemampuan dan keterampilan yang lebih kompleks (Pangondian, Santosa, & Nugroho, 2019).

Baca juga:  Asyiknya Belajar PPKn dengan Metode Bermain Roda Cerdas

Setiap individu mempunyai potensi, minat dan bakat yang unik dan istimewa (Salim, Suryaman & Rusmawati, 2019). Berkaitan dengan itu, pendidik harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang menyenangkan melalui pembiasaan merdeka berpikir.

Sebagai subjek pembelajaran, peserta didik mempunyai keleluasaan untuk menentukan keberhasilan belajarnya secara mandiri (Sanjaya, 2010). Proses merdeka belajar mengarahkan pada penerapan pengetahuan bermakna yang prosesnya lebih memicu merdeka berpikir dalam bentuk pertanyaan dan pandangan peserta didik (Wenning, 2011). Pandangan peserta didik berbasis keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, menganalisis, membandingkan, mengeneralisasikan dan mengajukan hipotesis. Proses evaluasi merdeka belajar mengutamakan keterampilan terintegrasi yang melibatkan problema kontekstual (Smallhorn, 2015).

Tingkatan inquiry memberikan alternatif pilihan target yang dapat dicapai peserta didik untuk belajar sains termasuk salah satunya pembelajaran fisika. Merdeka belajar dalam pembelajaran fisika melalui pembelajaran daring ditawarkan relevan sesuai model yang dikembangkan dalam tingkatan inquiry.
Pembelajaran tingkatan inquiry melibatkan peserta didik yang aktif secara fisik dan mental yang memberikan kesempatan dalam mengembangkan keterampilan dalam mencapai target pembelajaran (Ertikanto, 2017). Kegiatan berinquiry memicu peserta didik mengaplikasikan konsep, mengembangkan ide dan gagasan ilmiah yang mendorong membangun pemahaman konsep melalui penalaran ilmiah dan pengalaman belajar (Muliyani, Kurniawan, & Sandra, 2017).

Baca juga:  Creative Problem Solving Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Tingkatan inquiry bisa meningkatkan keterampilan proses dalam sains terintegrasi karena proses pembelajaran memindahkan pengalaman belajar secara sistematis dan proses ilmiah dengan pelevelan dari level sederhana ke level kompleks.

Terkait tingkatan inquiry, penerapan model inquiry mampu meningkatkan keterampilan komunikasi ilmiah (Stover & Houston, 2019). Kemampuan yang dapat dilatihkan yaitu kemampuan bertanya, memecahkan masalah, keterampilan berpikir kritis melakukan investigasi, menerapkan temuannya melalui beberapa prosedur (Iqbal, Latifah & Irwandani, 2019). Alternatif pilihan dalam merencanakan dan menerapkan merdeka belajar melalui pembelajaran daring melalui penerapan tingkatan inquiry yang relevan dengan kebutuhan abad 21.

Penerapan model dan metode inquiry dalam pembelajaran fisika cukup relevan melalui pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Grabag dapat menggunakan berbagai aplikasi dan simulasi pembelajaran. Pola keterampilan berpikir tingkat tinggi sesuai tingkatan inquiry yang dilakukan melalui aktivitas pembelajaran inquiry berbasis laboratorium virtual dapat memicu rasa ingin tahu secara ilmiah, motivasi dan kreativitas peserta didik. Sehingga mampu membawa pembelajaran sains secara produk, proses dan sikap ilmiah relevan dengan realita kehidupan sehari-hari. (pm2/lis)

Baca juga:  Model Pembelajaran Make A Match Tingkatkan Pemahaman Materi Produk-Produk Pasar Modal

Guru SMAN 1 Grabag, Kabupaten Magelang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya