alexametrics

Meski Puasa, Tetap Bugar dengan Latihan Fisik Ringan

Oleh : Muchammad Isnani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Puasa Ramadan umat Islam wajib melakukan puasa selama sebulan penuh. Lapar dan haus menyelimuti seseorang yang sedang berpuasa. Namun bukan alasan untuk tetap tampil prima dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari.

Menurut Nadjib Sudarmawan (2006: 4) dilihat dari bahasa, puasa adalah menahan diri dari sesuatu atau berpantang dari apa saja. Sedangkan secara syar’i (agama Islam) puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan hubungan seksual serta sesuatu yang membatalkannya sejak dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Olahraga merupakan kebutuhan pokok manusia. Dengan olahraga secara teratur, maka akan meningkatkan kebugaran. Olahraga teratur juga meningkatkan stamina/daya tahan tubuh, rasa percaya diri dan daya ingat yang semakin kuat. Selain itu meningkatkan kolateralisasi. Yaitu berkembangnya pembuluh darah kecil/mikrosirkulasi di jantung, ginjal, dan organ lainnya, sehingga mengurangi risiko serangan jantung.

Hal yang paling dikhawatirkan dalam olahraga, apabila dilakukan saat puasa adalah menurunnya cadangan cairan tubuh/dehidrasi. Untuk mengganti cairan tubuh, maka harus menunggu saat berbuka. Akibatnya bisa jadi tubuh akan kekurangan air. Keadaan ini dapat mengganggu fungsi organ tubuh yang lain. Oleh karena itu, waktu paling tepat untuk berolahraga adalah setengah hingga satu jam sebelum berbuka puasa. Dengan demikian, tak perlu terlalu lama menunggu untuk minum sesuai kebutuhan. Segera minum setelah berlatih, juga dapat menurunkan kembali suhu badan yang meningkat akibat panas yang terjadi ketika berolahraga.

Baca juga:  Budaya Disiplin Membentuk Karakter Anak Didik

Saat puasa, penentuan intensitas dalam berolahraga sangat penting. Menurut Djoko P.I (2000: 14) intensitas adalah kualitas yang menunjukkan berat-ringannya latihan. Olahraga di bulan Ramadan dapat dilakukan dengan intensitas 40 persen hingga 50 persen lebih sedikit dari zona latihan yang biasa dilakukan. Contoh apabila biasa lari lima kali seminggu selama satu jam, maka saat puasa cukup lakukan jalan cepat tiga kali seminggu, masing-masing 30 menit. Setiap berolahraga jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan. Lakukan gerakan-gerakan peregangan (stretching), dengan tujuan dapat terhindar dari cedera atau nyeri otot setelah melakukan olahraga.

Seorang yang sedang berpuasa apabila memungkinkan dapat melakukan sedikit olahraga di rumah dengan beban tubuh sendiri (latihan kalistenik). Hal itu untuk merangsang otot agar tetap digunakan. Penggunaan otot secara sederhana ini bisa membantu mencegah de-training yang sangat cepat menyebabkan katabolik. Puasa memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Lambung dan usus beristirahat selama beberapa jam dari kegiatannya, sekaligus memberi kesempatan untuk menyembuhkan infeksi dan luka sehingga dapat menutup rapat.

Baca juga:  Tingkatkan Minat Belajar Sejarah dengan Kunjungan ke Perpustakaan

Proses penyerapan makanan juga berhenti sehingga asam amoniak, glukosa dan garam tidak masuk ke usus. Dengan demikian sel-sel usus tidak mampu lagi membuat komposisi glikogen, protein dan kolesterol. Olahraga yang dilakukan pada saat berpuasa mempunyai tujuan pemeliharaan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot, jantung lebih aktif, dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh. Olahraga saat puasa dapat dilakukan dengan intensitas 40 persen hingga 50 persen lebih sedikit dari zona latihan yang biasa dilakukan. Cukup olah raga ringan seperti senam ringan, jalan dan jogging selama 20 sampai 30 menit.

Baca juga:  Mengaktifkan Pembelajaran Aritmatika Sosial melalui Blended Learning

Waktu pelaksanaan olahraga saat menjelang buka puasa, usai salat tarawih, menjelang sahur. Latihan seperti, yoga, pilates, body balance, lebih tepat dilakukan saat berpuasa. Selain intensitas rendah, latihan tersebut juga memiliki manfaat bagi pikiran dan jiwa.

Disimpulkan, meski sedang puasa bukan penghalang untuk tetap melakukan latihan fisik. Asalkan tahu kondisi kebugaran kita sebelumnya dengan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kebugaran. Sehingga latihan fisik yang dilakukan dapat terkontrol dan aman serta terhindar dari latihan berlebih (overtraining). (pm2/lis)

Guru Penjaskes SMAN 2 Grabag, Kabupaten Magelang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya