alexametrics

Kotak Kubus Acrylic Membantu Penjelasan Gambar Proyeksi

Oleh : Sumarjana, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Untuk berkomunikasi di kalangan ahli teknik digunakan suatu bahasa yaitu gambar teknik. Ini dikarenakan apabila ahli teknik menggunakan bahasa lisan untuk menyampaikan idenya, maka akan mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan ide tersebut.

Sebagai contoh ketika memesan sebuah komponen poros berlubang, ahli teknik pemesan harus menjelaskan bentuk poros, ukuran poros, ukuran lubang, kehalusan permukaan, bahan yang dipakai, penggunaannya dan cara pengerjaan yang dikehendaki.

Untuk menjelaskan detil- detil pekerjaan tersebut diperlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, dibuatlah gambar teknik sebagai alat untuk menyatakan ide atau gagasan ahli teknik. Sebagai suatu bahasa, gambar teknik harus dapat meneruskan keterangan-keterangan secara objektif dan tepat. Keterangan-keterangan atau informasi tersebut harus lengkap dan jelas supaya ide atau gagasan ahli teknik dapat dibaca dan dipahami oleh pembaca gambar (Hantoro & Pardjono, 1995: 1-3).

Gambar teknik mengambil peran penting dalam hal membentuk keahlian siswa. Pemahaman tentang aturan gambar teknik yang berlaku di Indonesia dan dunia menjadi modal penting yang harus dikuasai oleh siswa SMK. Sebelum menjadi ahli atau operator mesin bubut, mesin frais, mesin CNC, siswa harus terlebih dahulu memahami arti makna gambar kerja yang memuat simbol-simbol aturan gambar teknik. Sehingga kesulitan dalam hal produksi manufaktur akibat kurangnya pemahaman gambar teknik yang berujung kerugian dapat diminimalisasi.

Baca juga:  Pembelajaran Karakter Musik Tuntamu

Untuk membaca dan memahami gambar teknik dengan baik, siswa sebelumnya harus mengetahui aturan-aturannya. Aturan-aturan dalam gambar teknik bermacam-macam. Salah satunya adalah aturan tentang gambar proyeksi. Proyeksi adalah suatu cara untuk menyatakan wujud suatu benda dalam bentuk gambar. Gambar proyeksi adalah gambar dari suatu benda nyata atau khayalan, yang dilukiskan menurut garis-garis pandangan pengamat pada suatu bidang datar atau bidang gambar.

Gambar proyeksi yang digunakan dalam bidang teknik terdapat dua macam, yaitu gambar proyeksi piktorial dan gambar proyeksi ortogonal. Gambar proyeksi piktorial (proyeksi pandangan tunggal) adalah suatu cara menampilkan gambar benda yang mendekati bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi dengan pandangan tunggal sehingga benda ditampilkan dalam satu gambar saja. Sedangkan pada gambar proyeksi ortogonal benda ditampilkan secara dua dimensi dengan beberapa gambar pandangan. Gambar proyeksi ortogonal dapat memberikan informasi yang lebih detil mengenai bentuk dan ukuran suatu benda, karena menampilkan gambar hasil pandangan dari berbagai arah pandang terhadap benda: depan, belakang, atas, bawah, kanan, kiri.

Baca juga:  Model Pembelajaran Learning Cycle 5E sebagai Solusi Pembelajaran di TKJ

Sesuai penjelasan di atas kebanyakan siswa masih belum bisa menerima atau memahami gambar proyeksi terutama proyeksi orthogonal yang di situ harus menggambar pandangan depan, samping kanan, samping kiri, atas dan dari belakang. Yang tujuannya untuk memperjelas wujud benda kerja yang akan dibuat atau dikerjakan.

Untuk membantu kesulitan di atas maka di SMKN 1 Windusari dalam pembelajaran gambar teknik kelas X dibuat suatu alat bantu yaitu kotak kubus yang dibuat dari acrylic tembus pandang. Benda yang akan digambar dimasukkan dalam kotak acrylic tersebut. Dari situ benda dapat dilihat secara jelas dari berbagai sudut pandang. Sehingga siswa bisa secara jelas melihat benda yang akan digambar tersebut dari depan, samping kanan, samping kiri, atas dari belakang ataupun dari bawah.

Baca juga:  Metode Video Aktifitas Sesuai Minat, Tingkatkan Keaktifan Siswa

Contoh siswa disuruh menggambar poros berlubang, poros berlubang tersebut dimasukkan dalam kotak acrylic dari kotak tersebut siswa bisa melihat bentuk poros dilihat dari depan ataupun dilihat dari pandangan yang lain. Di dalam kotak acrylic benda kerja tersebut akan nyata dapat dilihat baik dari bentuk porosnya ataupun letak lubangnya. Sehingga kesulitan yang dialami siswa dalam menjelaskan bentuk benda kerja yang dituangkan dalam gambar bisa diatasi. Dengan demikian akan mempermudah penjelasan ke siswa tentang bentuk benda dalam pelajaran gambar teknik materi gambar proyeksi. (pm2/lis)

Guru Teknik Pemesinan SMKN 1 Windusari, Kabupaten Magelang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya