alexametrics

Belajar Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika lewat Video

Oleh: R.Agung Budi Laksono,S.Pd.,M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) lewat video menyenangkan bagi siswa, karena siswa dapat memutar video berulang kali. Waktu yang diperlukan siswa bisa fleksibel. Ruang dan waktu bisa di mana saja. Bagi guru sangat efisien mengenai tenaga, waktu, dan pemikiran, memberikan penilaian bisa fleksibel yang penting dikomunikasikan dengan siswa.

Pengertian pembelajaran menggunakan media video menurut para ahli antara lain pendapat dari Sukiman ( 2012:187-188) menyatakan media video pembelajaran adalah seperangkat komponen atau media yang mampu menampilkan gambar sekaligus suara dalam waktu bersamaan.

Adapun tahapan pembelajaran dengan menggunakan video Google Meet. Guru login di meet.google.com menggunakan akun g.mail – Pilih model rapat langsung atau model rapat terjadwal – Membagi link pada siswa – Mengijinkan siswa yang masuk pada pembelajaran – Pembelajaran siap dimulai. Apa yang harus siswa lakukan: Menerima alamat link pembelajaran dari guru. Apa yang harus dilakukan oleh guru Mapel PPKn di SMA Negeri 13 Semarang: – Guru menyampaikan materi berupa video atau power point dengan menggunakan share scren.

Baca juga:  Penguasaan Keterampilan Berbicara Offering Help dengan 6M

Hayam Wuruk pada abad XIV ( 1350-1389 ) : Sesanti atau semboyan Bhineka Tunggal Ika diungkapkan pertama kali oleh Mpu Tantular, pujangga agung kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahannya.Potensi lain yang mengancam yaitu deengan banyaknya perbedaan yang dapat memicu perselisihan dan dapat berbuah konflik besar. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri deari pulau pulau yang dibatasi oleh laut dan selat.

Semboyan Bhineka Tunggal Ika mempunyai makna bahwa meskipun bangsa Indonesia berbeda beda, tetapi kita tetap satu. Kebhinekaan merupakan reealitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Seluruh Bangsa Indonesia harus menyikapi keberagaman bangsa sebagai bentuk kekayaan, bukan sebagai pemicu perpecahan. Perbedaan etnis, religi, maupun ideologi menjadi bagian tidak terpisahkan deari sejarah bangsa Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika dan toleransi yang menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa.

Baca juga:  Metode STAD Tingkatkan Belajar Materi Globalisasi

Kita telah lama mempelajari tentang begitu banyak perbedaan yang deimiliki oleh bangsa Indonesia, contohnya perbedaan kebudayaan anatardaerah yang membuat kita bangga karena memiliki ragam kebudayaan yang unik bahkan terkenal sampai ke luar negeri. Perbedaan kebudayaan di Indonesia juga dibarengi dengan perbedaan pandangan dan kehendak. Hal inilah yang sering menimbulkan perselisihan. Dengan kata lain, ada masyarakat yang menganggap bahwa perbedaan dalam kelompok yang lebih terbuka dan beranggapan bahwa perbedaan merupakan suatu hal yang wajar dan tidak akan menjadi masalah dalam kelangsungan hidup.

Kelangsungan hidup bangsa Indonesia bergantung pada kesediaan kita untuk berintegrasi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, integrasi yang dimaksud pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Integrasi juga meliputi aspek vertical dan horizontal.
Integrasi nilai, yakni adanya konsensus terhadap terhadap nilai nilai bersama yang diperlukan untuk memelihara tertib sosial. Contoh, masyarakat Indonesia sepakat bahwa Pancasila merupakan nilai bersama yang mampu menyatukan keberagaman dan perbedaan. Integrasi elit massa, yakni menghubungkan antara yang memerintah dan yang diperintah, antara penguasa dan rakyat. Contoh; adanya komunikasi yang intensif antara bupati dan rakyat daerah.

Baca juga:  Melakukan Eksperimen Fisika dari Rumah

Integrasi tingkah laku,yakni kemampuan orang orang di dalam masyarakat untuk berorganisasi, bekerja sama demi mencapai tujuan bersama dan yang bermanfaat. Contoh;orang orang yang mendirikan satu perusahaan lalu mereka bekerja sama di bawah satu manajemen. (Myron Weiner). Mudah – mudahan dengan penyajian Artikel ini dapat memberikan manfaat dalam segala bentuk kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat memperlancar dan mempermudah proses pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dan diharapkan. (lbs1/zal)

Guru SMAN 13 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya