alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa SD melalui Pendekatan Matematika Realistik

Oleh : Tenang Udi Kristianto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, seperti halnya dikemukakan oleh Naisbitt (dalam Tilaar, 2002:116. Hal yang dapat dikembangkan melalui pendidikan matematika adalah pemikiran kritis, kreatif, sistematis, dan logis. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran matematika ialah bahwa tahap perkembangan berpikir siswa tingkat SD belum formal atau masih konkret, sementara salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Hal ini sangat memungkinkan karena matematika memiliki struktur dengan keterkaitan yang kuat dan jelas satu dengan yang lainnya serta berpola pikir yang konsisten (Depdiknas, 2003).

Upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan kondisi siswa. Agar tercapai tujuan pembelajaran matematika kelas IV di SDN 01 Sawangan lebih baik dari pada tahun yang lalu maka dilakukanlah melalui metode Pendekatan Matematika Realistik (PMR).

Baca juga:  Menghilangkan Belajar Masa Pandemi dengan Short Movie

Pendekatan matematika realistik adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami peserta didik agar dapat memperlancar proses pembelajaran matematika di SDN 01 Sawangan. Yang dimaksud dengan realitas yaitu sesuatu hal yang nyata atau konkret yang dapat diamati atau dipahami peserta didik lewat membayangkan. Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan adalah lingkungan tempat peserta didik berada dalam kehidupan sehari-hari.

Karena pendekatan matematika realistik menggunakan masalah realistik sehari-hari sebagai pangkal tolak pembelajaran maka situasi masalah perlu diusahakan agar benar-benar kontekstual atau sesuai dengan pengalaman siswa. Sehingga siswa dapat memecahkan masalah dengan cara-cara informal. Cara-cara informal yang ditunjukkan oleh siswa digunakan sebagai inspirasi pembentukan konsep matematika.

Baca juga:  Pengaruh Pembelajaran Savi Daring pada Masa Pandemi Covid-19 terhadap Hasil Belajar PPKn

Menurut Fitrah (2016: 97) langkah-langkah pendekatan matematika realistik yaitu guru memberikan masalah (soal) kontekstual dan meminta siswa untuk memahami masalah tersebut. Jika ada bagian-bagian yang kurang atau belum dipahami siswa, maka siswa yang memahami bagian itu diminta menjelaskan kepada temannya yang belum paham.

Setelah melakukan tahap pemahaman siswa diminta mendeskripsikan masalah kontekstual, melakukan interpretasi aspek matematika yang ada pada masalah yang dimaksud, dan memikirkan strategi pemecahan masalah, kemudian guru membentuk kelompok dan meminta kelompok tersebut untuk berkerja sama mendiskusikan penyelesaian masalah-masalah yang telah diselesaikan secara individu (negosiasi, membandingkan, dan berdiskusi). Dari hasil diskusi kelas, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep atau definisi, teorema, prinsip atau prosedur matematika yang berkaitan dengan masalah kontekstual yang baru diselesaikan. Langkah-langkah tersebut akan membuat pembelajaran lebih mengena di pemikiran siswa pada pelajaran matematika.

Baca juga:  Hambatan Pembelajaran Online Masa Pandemi di SD Negeri Pretek 01

Setelah melalui Pendekatan Matematika Realistic (PMR) dalam pembelajaran matematika, siswa akan mempunyai pemikiran kritis, kreatif, sistematis, dan logis. (ce6/ton)

Guru Kelas SD Negeri 01 Sawangan, Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya