alexametrics

Dinamika Pembelajaran PPKn SMPN 2 Singorojo di Masa Pandemi

Oleh: Dra. Dwi Kusmoyanti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DAMPAK dari pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) sangat dirasakan dibidang pendidikan. Tak terkecuali pada pembelajaran PPKn. PPKn pada kurikulum 2013 mempunyai ruang yang sangat penting bagi pembentukan sikap anak. Bersama dengan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn bertanggung jawab atas penilaian sikap. Baik sikap spiritual maupun sikap sosial. Hal ini menjadikan PR tersendiri bagi guru PPKn dimasa pandemic ini, mengingat terbatasnya pengawasan secara langsung atas sikap yang ditunjukkan oleh siswa. Karena semenjak pandemi, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah melakukan sejumlah kebijakan antara lain untuk work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, termasuk guru agar terus dapat melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Hal tersebut tertera di surat edaran Mendikbud Nomor: 36962/MPK.a/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari rumah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Dalam situasi seperti ini, guru PPKn harus mengubah kebiasaan lama dengan kebiasaan baru. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan di rumah masing-masing berbasis dalam jaringan (daring) atau online ini memiliki sebutan baru yaitu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca juga:  Memahami Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan dengan Make A Match

Sebagai seorang guru yang mengajar PPKn di SMPN 2 Singorojo yang letaknya di kota kecamatatan namun secara geografis daerah ini adalah daerah pegunungan yang dikelilingi perkebunan dan kehutanan dimana satu desa dan desa yang lain yang merupakan siswa berasal, pada derah-daerah tertentu sulit terjangkau oleh internet, menjadi tantangan tersendiri. Pemanfaatan internet dan media sosial sangatlah penting bagi siswa. Tak di pungkiri keberadaan HP Saat ini adalah bagian kebutuhan pokok bagi siswa. Dengan fasilitas yang ada pada HP dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, lebih-lebih diusia anak SMP baru senang-senangnya menggunakannya. Untuk mengoktimalkan pembelajaran, home visit pada siswa merupakan proses yang mesti harus ada dan harus dilaksanakan. Hal ini diperlukan untuk mengontrol keberadaan siswa dalam belajar dan memastikan siswa tetap belajar dengan atau tanpa bantuan orang tua. Kesempatan ini juga bisa dipergunakan tolok ukur pendukung dalam penilain sikap anak.

Baca juga:  Pembelajaran Menulis Narrative Text Dengan Digital Story

Pencerminan yang ditunjukkan siswa ketika kami berkunjung paling tidak bisa menjadi gambaran yang konkrit keberadaan siswa dimana berada. Apakah siswa tetap rajin belajar, tetap berperilaku sopan, santun, mandiri dan tanggungjawab?. Apakah siswa juga tetap menjalankan ibadahnya, selalu berdoa patuh terhadap orang tua toleransi dan lain sebagainya. Ini bisa didapat dari temuan yang diperoleh dari home visit.

Dengan berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi yang ditandai dengan banyaknya perubahan masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global (Astuti dan Susilo, 2015). Salah satu imbas positif dari PJJ adalah menjamurnya aplikasi belajar on-line yang merupakan imbas dari percepatan transformasi teknologi dalam bidang pendidikan yang menghasilkan banyaknya platform yang meluncurkan bermacam-macam aplikasi belajar on-line guna mendukung PJJ ini. Menjamurnya aplikasi belajar on-line dapat membantu para guru dan siswa serta orang tua untuk mempermudah KBM meski harus tetap di rumah tanpa bertatap muka secara langsung.

Agar pembelajaran khususnya PPKn tetap bisa diminati siswa sebisa mungkin dalam mengemas materi dibuat se-kreatif mungkin agar para siswa lebih memperhatikan materi pembelajaran tersebut. Terkadang saya menyelipkan tugas di dalam video, namun tidak jarang juga saya hanya mengirimkan tugas tersebut dalam bentuk chat di group Whatsapp. Selain sebagai alat dalam memberikan materi dan informasi kepada para siswa dan orang tua, Grup Whatsapp ini saya manfaatkan sebagai media dalam menanyakan dengan para orang tua siswa mengenai perkembangan para siswa. Mengingat letak geografis yang terpencar diantara perkebunan dan kehutanan dan sering terputusnya sinyal internet, group whatsapp adalah yang paling mungkin dan mudah dilaksanaakan.

Baca juga:  Dengan Pop Up Book Belajar Greeting Card Lebih Menyenangkan

Begitu banyak manfaat sosial media apabila kita bijak dalam menggunakannya, sebagai seorang guru, kita harus mengajarkan para siswa agar tetap menggunakan Internet dengan aman dan beretika serta tetap dalam penggunaan yang positif. Guru juga harus menjadi contoh teladan dalam bersikap di sosial media, oleh karena itu, mari menggunakan internet dengan bijak. (*/zal)

Guru PPKn SMPN 2 Singorojo, Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya