alexametrics

Belajar Sejarah Indonesia Lebih Bermakna dengan Sosiodrama

Oleh : Drs. Haryono, M.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran Sejarah Indonesia mempunyai tujuan untuk membangun kesadaran siswa tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lalu, masa kini dan masa depan. Serta melatih daya kritis siswa dalam memahami fakta sejarah.

Selain itu, tujuan yang tidak kalah penting adalah menimbulkan rasa bangga dan cinta tanah air pada siswa. Berdasarkan tujuan tersebut tentu mata pelajaran sejarah merupakan mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam pembentukkan karakter anak bangsa yang kritis, dinamis dan cinta tanah air.

Salah satu materi Sejarah Indonesia yang dipelajari oleh siswa kelas XII MIPA dan IPS pada KD.3.8 dan 4.8 adalah Peran Bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia. Materi ini mencakup tentang mengevaluasi peran bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia antara lain: KAA, Misi Garuda, Deklarasi Djuanda, Gerakan Non Blok, ASEAN, OKI, dan Jakarta Informal Meeting, dan menyajikan hasil telaah tentang peran bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia. Antara lain KAA, Misi Garuda, Deklarasi Djuanda, Gerakan Non Blok, ASEAN, OKI, dan Jakarta Informal Meeting serta menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis.

Baca juga:  Meningkatkan Kreativitas Belajar TIK dengan Canva

Kegiatan pembelajaran Sejarah Indonesia di SMA Negeri 1 Belik Kabupaten Pemalang pada siswa kelas XII MIPA dan IPS masih belum maksimal. Kegiatan pembelajaran yang terjadi hanya searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa masih kurang dan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran akibatnya hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih metode pembelajaran yang menarik.
Menurut Iswan (2018:105) sosiodrama pada dasarnya kegiatan mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial. Metode sosiodrama adalah cara mengajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (dalam kehidupan sosial) juga agar terampil mendramatisasikan atau mengeks-presikan sesuatu yang dihayati.

Baca juga:  Caption by Whats App Story

Metode ini merupakan suatu metode simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antarkarakter orang. Adapun langkah-langkah pembelajaran dalam penggunaan metode sosiodrama adalah sebagai berikut : pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan apersepsi. Kedua, guru menyampaikan pokok atau inti materi yang akan dipelajari kepada siswa. Ketiga, guru membentuk sebuah kelompok bermain peran yang terdiri dari beberapa siswa yang sudah ditunjuk untuk membaca teks naskah drama yang telah disediakan oleh guru. Selanjutnya setiap kelompok diminta maju ke depan kelas dan bermain peran berdasarkan naskah drama yang telah ditentukan oleh guru dan memberikan penilaian kepada siswa. Setelah kegiatan bermain peran selesai, guru mengadakan evaluasi atau tes untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan metode sosiodrama yang telah dilaksanakan. Kemudian guru memberikan masukan-masukan dan motivasi kepada siswa agar terus meningkatkan pemahaman sejarah Indonesia dalam materi peran Indonesia dalam perdamaian dunia.

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas Belajar IPA dengan SAVI

Pembelajaran Sejarah Indonesia dengan metode sosiodrama pada siswa kelas XII MIPA dan IPS di SMA Negeri 1 Belik Kabupaten Pemalang dapat mengembangkan dan melatih sikap, nilai dan keterampilan siswa. Siswa tidak hanya menghafal materi yang diberikan guru, namun dapat memahami yang dipelajari dan mampu menjawab serta menyelesaikan pertanyaan dengan baik. Aktifitas pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Sehingga seolah olah siswa langsung terlibat dalam peran sejarah yang dipelajari. Dilihat dari ketuntasan klasikal hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari 53,2 persen meningkat menjadi 82,7 persen, dengan demikian indikator keberhasilan telah tercapai dengan baik. (gb1/lis)

Guru Sejarah Indonesia di SMAN 1 Belik, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya