alexametrics

Belajar IPS Secara Cepat dan Cermat dengan Metode Mind Mapping

Oleh : Sofiatu Rochmawati, S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pendidikan IPS mengambil peran untuk memberi pemahaman yang luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan, antara lain memperkenalkan konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, membekali kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial.

Pelajaran IPS seperti yang telah disebut di atas terdiri dari banyak konsep yang harus dimengerti oleh siswa. Guru sebagai fasilitator dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran dituntut untuk bisa menciptakan lingkungan belajar serta mampu merancang pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan menyenangkan. Harapannya siswa bersemangat dan dapat menyimpan informasi lebih lama dalam otak serta memudahkan untuk mengingat kembali, sehingga tujuan pembelajaran diharapkan akan tercapai secara maksimal.

Baca juga:  Belajar Asyik dengan Mading Sejarah Nabi Muhammad SAW

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan dapat melibatkan siswa secara aktif adalah metode mind mapping. Mind mapping adalah pemetaan pikiran yang terorganisir secara visual dari ide dan konsep. Teknik ini awalnya diperkenalkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog asal Inggris. Menurut Caroline Edward (2009;64) mind mapping adalah metode yang sangat efektif serta efisien untuk menyimpan dan mengeluarkan kembali data atau informasi dari atau ke otak. Sistem ini bekerja sesuai cara kerja alami otak manusia, sehingga potensi dan kapasitas otak pada manusia dapat optimal.

Metode mind mapping pada pembelajaran IPS di SMPN 2 Tirto diterapkan pada kelas VIII dengan materi mengenal negara-negara ASEAN. Materi yang cukup banyak membuat penulis memilih menggunakan metode ini dengan harapan agar siswa lebih antusias dan lebih bisa menyerap materi pelajaran dengan cepat dan cermat.

Baca juga:  Perdalam Materi Saklar Otomatik dengan Probing-Prompting

Adapun tahapan-tahapan yang penulis lakukan pada pembelajaran materi mengenal negara-negara ASEAN adalah tahapan persiapan, pada tahapan ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru kemudian membagikan kertas kosong, pena atau spidol berwarna warni. Tahap berikutnya adalah tahap pelaksanaan, pada tahapan ini guru mempersilahkan setiap kelompok untuk membaca dan mempelajari materi tentang negara-negara anggota ASEAN. Setiap kelompok boleh memilih negara mana yang akan mereka pilih untuk dibuat mind mapping. Sewaktu membaca teks para siswa dipersilakan untuk memberi tanda pada kata-kata yang dianggap penting untuk mencatat di mind map. Setelah itu setiap kelompok dipersilahkan untuk membuat mind mapping di kertas kosong yang telah disediakan dengan desain yang sesuai dengan imajinasi mereka, Setelah itu setiap kelompok mempresentasikan hasil dari pekerjaannya di depan kelas dan menjelaskan tentang materi yang mereka pilih sesuai dengan peta konsep yang mereka buat. Kelompok lain memperhatikan dan kemudian boleh bertanya tentang materi tersebut sehingga terjadi diskusi, begitu seterusnya dengan kelompok yang lain. Di akhir pembelajaran guru memberikan kesimpulan dan penguatan. Setelah itu setiap kelompok saling bertukar peta konsep yang telah mereka buat sehingga semua materi dapat mereka pelajari dengan cepat dan cermat. Dengan metode mind mapping ini siswa ternyata lebih antusias dan senang karena mereka dapat mengembangkan imajinasi dan kreatifitas mereka tanpa batas dalam mempelajari materi tersebut. Dengan metode mind mapping pula ternyata siswa mampu menghafal dengan lebih baik dibandingkan dengan mereka merangkum dengan cara biasa, apalagi dengan bentuk dan warna-warni yang menarik membuat mereka tidak bosan untuk mempelajari materi tersebut. (gb1/ton)

Baca juga:  Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran IPA melalui Strategi LSQ

Guru SMP Negeri 2 Tirto Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya