alexametrics

Senangnya Menganalisa Teks Advertisement dengan Model Examples Non Examples

Oleh : Arum Uryani, SPd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengajarkan short functional text pada siswa-siswi SMP merupakan tantangan tersendiri bagi setiap guru Bahasa Inggris. Betapa tidak, terdapat banyak sekali jenis short functional text yang harus dipelajari oleh para siswa. Mereka dituntut untuk mengenali tiap jenis dari short functional text mulai dari fungsinya masing-masing, struktur teksnya dan unsur kebahasaan yang terdapat dalam setiap jenis short functional text yang sama sekali berbeda.

Begitu juga dengan teks advertisement atau iklan. Siswa-siswi SMPN 3 Patebon belajar teks advertisement di kelas 9 semester 2. Pada pembelajaran kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada pembelajaran cooperative learning, mempelajari teks advertisement bisa menjadi sangat menyenangkan karena siswa dapat saling membantu lewat aktifitas berkelompok. Solihatin, E., dan Rahardjo (dalam Tukiran Taniredja, dkk, 2011:56) mengatakan, pada dasarnya cooperative learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri.

Baca juga:  Snowball Throwing Meningkatkan Hasil Belajar IPS

Penulis yang juga staf pengajar di SMPN 3 Patebon memandang perlu untuk melakukan perubahan caranya mengajar teks advertisement. Satu dari beberapa model yang sering dipakai adalah dengan menggunakan Examples Non Examples.

Examples Non Examples adalah cara yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi atau pengertian tentang konsep. Cara ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan dua hal yang terdiri dari examples dan non examples dari suatu definisi dengan konsep yang ada. Examples yang berarti contoh memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non examples/bukan contoh memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. Jelas ini sangat mudah untuk dipraktikkan.

Baca juga:  Ayo Mendasari Kondipos pada Usia Remaja Awal

Tahapan yang harus dilakukan selanjutnya adalah guru mempersiapkan kelas dan beberapa poster/gambar yang merupakan bagian dari examples dan non examples. Jangan lupa siapkan juga lembar kerja untuk tiap kelompok. Guru bisa menempelkan poster/gambar tersebut di papan tulis di depan kelas atau guru bisa menggunakan media proyektor untuk menampilkan beberapa poster/gambar sesuai materi advertisement. Selanjutnya bagilah siswa menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari 2-4 orang. Aturlah meja dan tempat duduk sedemikian rupa supaya kegiatan diskusi antar kelompok yang akan mereka lakukan menjadi lebih mudah. Lalu berikan arahan atau petunjuk pada tiap kelompok untuk melakukan pengamatan dan analisis yang dicatat disetiap lembar kerja yang telah dibagikan sebelumnya.

Setelah waktu pengamatan dan menganalisis selesai tiba saatnya untuk tiap wakil kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan analisis mereka di depan kelas secara bergiliran. Mereka harus bisa menunjukkan poster/gambar mana yang merupakan examples berdasarkan struktur teks dan unsur kebahasaan tentang teks advertisement yang mereka pelajari sebelumnya. Artinya tiap kelompok harus bisa mempresentasikan analisa mereka atas tiap advertisement yang merupakan examples. Misalnya menyebutkan kalimat yang menunjukkan fungsi sebuah advertisement seperti memberi informasi, mempengaruhi atau membujuk, atau memberi kesan. Kelompok lain yang telah ditunjuk diberi kesempatan untuk memberi sanggahan atau memberi pertanyaan seputra temuan kelompok presenter.

Baca juga:  Pembelajaran IPS secara Daring dengan Model ITM

Setelah semua kelompok maju mempresentesikan hasil pengamatan dan analisa mereka tibalah giliran guru untuk menyampaikan refleksi tentang apa yang telah mereka pelajari hari itu. Guru juga membuat simpulan dan rangkuman pada materi advertisement. Guru bisa menambahkan hal-hal yang penting untuk diketahui siswa. Dengan menggunakan Examples Non Examples kemampuan siswa menganalisa bahkan menulis teks advertisement mereka sendiri semakin meningkat. (ipa2/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP N 3 Patebon Kabupaten Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya