alexametrics

Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Anekdot dengan Karikatur

Oleh : Herni Purwaningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa Indonesia menurut Kurikulum 2013 untuk siswa kelas X SMA/MA adalah menulis teks anekdot. Kenyataan di lapangan dalam pembelajaran menulis teks anekdot terdapat beberapa hambatan baik yang berasal dari guru maupun siswa.

Hambatan dari siswa yaitu keaktifan dalam pembelajaran menulis masih kurang, kurang tertarik untuk menulis, kesalahan dalam menulis teks berdasarkan struktur teks dan kaidah kebahasaan.
Menulis merupakan kegiatan menuangkan ide, perasaan, gagasan melalui tulisan. Keterampilan menulis ini merupakan keterampilan yang kompleks. Keterampilan ini bukanlah sesuatu yang muncul secara otomatis sejak lahir diwariskan dari orang tua, melainkan diperlukan latihan secara bertahap. Jadi agar siswa terampil menulis teks anekdot perlu dilatih menulis teks anekdot.

Baca juga:  Amcerda Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Teks anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Teks anekdot dapat berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel atau konyol bagi partisipan yang mengalaminya (Maryanto, 2013: 112).

Menurut Bistari (2015:352) media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Amri (2013: 108) mendefinisikan karikatur adalah gambar yang disederhanakan dan biasanya berisi kritik, sindiran, dan ironi.

Media karikatur adalah alat dalam bentuk gambar yang lucu, mengandung pesan, dan sindiran. Media karikatur efektif digunakan sebagai gambar yang dapat menginspirasi siswa untuk menulis teks anekdot karena karikatur dan anekdot sama-sama mengandung unsur humor dan kritik terhadap hal-hal yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga:  Metode Dikte Tingkatkan Keterampilan Menulis di Kelas Rendah

Karikatur dalam bentuk gambar sedangkan anekdot dalam bentuk tulisan. Media ini juga dapat membuat suasana belajar lebih bersemangat, bervariasi, dan memperjelas materi yang disampaikan.
Penggunaan media karikatur dalam pembelajaran menulis anekdot diawali dengan guru menyampaikan kompetensi dasar yang akan dipelajari. Guru mengajak siswa mengamati contoh teks anekdot kemudian mendiskusikan isi teks, struktur teks, dan ciri kebahasaan. Guru kemudian membagikan gambar karikatur. Siswa mengamati dan mendiskusikan gambar tersebut secara berkelompok.

Siswa menggali dan mengolah informasi dari gambar tersebut kemudian menyusun kerangka karangan teks anekdot. Setelah selesai, siswa mengembangkan kerangka karangan menjadi teks anekdot yang utuh berdasarkan gambar karikatur yang diamati.

Setelah itu setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas. Selanjutnya siswa menulis teks anekdot secara mandiri dengan gambar karikatur yang lain. Penggunaan media karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot. Siswa juga lebih mudah dan tertarik untuk menulis teks anekdot. Agar pembelajaran menulis teks anekdot lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal bagi para siswa, maka guru perlu menerapkan media pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis teks anekdot. Salah satunya dengan media karikatur. (pm2/lis)

Baca juga:  Mudah Belajar Akuntansi dengan 3M

Guru MAN 1 Gunungkidul, DIY.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya