alexametrics

Puisi Transformasi di Masa Pandemi

Oleh : Istiyarini, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di zaman digital sekarang ini arus informasi begitu deras membanjiri masyarakat. Tak terkecuali para murid begitu mudah berselancar di samudera ilmu pengetahuan yang terbentang luas. Apakah guru masih diperlukan? Bagaimanapun guru masih diperlukan dan dibutuhkan untuk mendidik masa depan. Guru mempunyai peran dan potensi yang luar biasa untuk mempengaruhi masa depan. Bagaimanapun murid adalah masa depan masyarakat yang akan datang.

Tidak mudah memang mendidik di zaman sekarang. Seorang guru dituntut untuk berkembang. Bukan berarti tugas tanggung jawab guru menjadi ringan karena guru tetap memiliki tanggung jawab dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap nilai dari proses pembelajaran yang berlangsung serta bertanggung jawab untuk pencapaian tujuan pendidikan secara utuh. Sebagai guru matematika tak hanya membantu angka dan rumus – rumus melainkan berusaha dengan memperkaya belajar berbahasa, bersastra dan berkesenian seturut dengan zaman yang kian tak bersekat

Baca juga:  Senangnya Mengenal Beragam Karakteristik Individu dengan TSTS

Tahun 2019/2020 semester II merupakan tahun istimewa buat saya sebagai guru. Sebab dalam tahun itu saya mengajar daring (dalam jaringan) karena wabah covid 19 masuk di Indonesia. Tentu hal demikian tidak mudah tetapi bukankah hal baru selalu memberi tantangan? Sebagai guru, agar pembelajaran daring bisa menarik maka pada materi Transformasi, murid diajak untuk berkreasi membuat puisi matematika. Dari puisi yang ditulis bisa ketahui sejauh mana murid menguasai dan memahami konsep matematika. Tanpa menguasai konsep matematika murid akan kesulitan mengungkapkan idenya ke dalam bentuk puisi matematika.

Menurut Munawar (2013) di dalam Padjar, dkk (2019) perancangan sistem pembelajaran daring harus mengacu pada 3 prinsip yang harus dipenuhi yaitu : 1) Sistem pembelajaran harus sederhana sehingga mudah untuk dipelajari. 2) Sistem pembelajaran harus dibuat personal sehingga pemakai sistem tidak saling tergantung. 3) Sistem harus cepat dalam proses pencairan materi atau menjawab soal dari hasil perancangan sistem yang dikembangkan.

Baca juga:  Gak Boring Belajar Adjective Pakai Role Playing

Menurut Rachmat Djoko Pradopo (1999), puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera, dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan dan sebagai bahasa. Kiranya matematika juga dapat digunakan untuk mengekpresikan pemikiran, gagasan, maupun perasaan secara menarik dan mengesan dalam suatu bentuk puisi. Ada ungkapan bahwa matematika dan puisi adalah bahasa universal umat manusia.

Pembelajaran daring di SMP N 10 Salatiga menggunakan Microsof Team yang memuat aplikasi pendukung misalnya Microsof Form, meeting, kuis, bisa menampilkan Power Pint dan bisa interaksi langsung dengan murid. Pada materi transformasi (translasi, dilatasi, rotasi dan refleksi) murid membuat puisi. Model pembelajaran dengan “puisi matematika” juga memiliki keterbatasan. Model pembelajaran demikian tidak mungkin digunakan sebagai model pembelajaran utama, namun lebih ditujukan sebagai pembelajaran alternatif. Puisi matematika tidak mungkin diberikan setiap kali pembelajaran matematika agar anak tidak jenuh. Akhirnya tugas seorang guru adalah mengantarkan murid hingga memasuki pintu gerbang keberhasilan, mungkin ia sendiri tidak pernah memasuki pintu itu. (bs1/ton)

Baca juga:  Meningkatkan Self Management dalam Belajar melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modelling

Guru SMP N 10 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya