alexametrics

Pendekatan STEM-PjBL, Tingkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar

Oleh : Tri Haryani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran IPA materi energi alternatif kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 10 Salatiga, guru menemukan permasalahan pembelajaran. Yakni rendahnya tingkat keaktifan siswa ketika pembelajaran berlangsung, yang ternyata memberikan pengaruh pada rendahnya capaian hasil belajar siswa.

Penyebabnya adalah aktivitas belajar yang banyak berpusat pada guru dan penggunaan skenario pembelajaran yang kurang menarik. Berdasar kondisi tersebut, guru merasa perlu mencari solusi untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sekaligus meningkatkan hasil belajar mereka. Khususnya pada muatan pelajaran IPA materi energi alternatif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran STEM-PjBL.

STEM singkatan dari Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. STEM merupakan terobosan baru pendidikan di Amerika Serikat dan dikembangkan oleh The National Science Foundation (NSF) tahun 2000-an. Pembelajaran STEM sangat marak dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2013 melalui kegiatan pelatihan guru, pelatihan kepala sekolah, dan forum-forum lainnya.

Baca juga:  Scientific Approach Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SD

STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan 4 disiplin ilmu. Yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika yang disajikan secara bersamaan dalam satu pengalaman belajar siswa. Triyanta (2018) menyatakan STEM merupakan upaya untuk mengintegrasikan pelajaran sains dan matematika dengan teknologi dan rekayasa.

STEM di dunia pendidikan bertujuan untuk membekali siswa dengan keahlian berpikir kritis yang akan membuat mereka menjadi pemecah masalah yang aktif dan kreatif, dan akhirnya makin memiliki daya jual di dunia kerja. Siswa yang mengalami pembelajaran STEM dianggap bisa bekerja dengan standar yang baik atau unggul ketika mereka melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi (Hanover Research, 2012).

Penerapan pembelajaran berbasis STEM lebih cocok jika disertai dengan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), karena STEM mengisyaratkan adanya output berupa karya desain dalam setiap pembelajarannya. Siswa dikondisikan dalam pembelajaran yang bermakna guna memahami sebuah konsep dan bereksplorasi melalui sebuah kegiatan proyek, sehingga siswa terlibat aktif dalam prosesnya. Hal ini dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis, kreatif, analitis, dan meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Baca juga:  Pembelajaran Congratulation Cards dengan Teknik Modelling

Ranah kompetensi STEM yang pertama adalah science (ilmu pengetahuan), siswa diharapkan mampu mengikuti petunjuk/tahapan untuk menghasilkan produk. Kedua adalah technology (teknologi), siswa diharapkan dapat menggunakan/memanfaatkan alat-alat modern untuk menghasilkan produk. Ketiga adalah engineering (mendesain, merekayasa), siswa diharapkan mampu merancang sebuah produk.
Kompetensi keempat yaitu mathematics (matematika), siswa diharapkan mampu menghitung budget/ anggaran yang dibutuhkan untuk membuat produk.

Tahapan pembelajaran STEM-PjBL (Laboy.Rush, 2010) yaitu: pertama, reflection. Tahap ini bertujuan membawa siswa ke dalam konteks masalah dan memberikan inspirasi kepada siswa agar dapat segera memulai menyelidiki/ investigasi. Tahap ini dimaksudkan untuk menghubungkan apa yang diketahui dan apa yang perlu dipelajari siswa. Kedua, research. Tahap ini adalah bentuk penelitian siswa atas proyek yang ditugaskan guru. Ketiga, discovery, siswa menyusun skenario untuk menghasilkan produk. Keempat, application. Siswa mengaplikasikan skenario yang sudah ada untuk membuat produk. Kelima, communication. Siswa mempresentasikan produk yang telah dihasilkan.

Baca juga:  Penggunaan 5W 1H, Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Bahasa Inggris

Pembelajaran STEM-PjBL ternyata dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sekaligus menghasilkan produk sebagai outputnya. Peran guru hanya sebatas pembimbing/ fasilitator saja. Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan berkesan karena terlibat langsung, sehingga memiliki kesan mendalam dan membekas dalam benaknya tentang pembelajaran yang diperoleh. Dan ini memberikan dampak positif terhadap meningkatnya hasil belajar siswa khususnya muatan pelajaran IPA materi energi alternatif kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 10 Salatiga. (ss1/lis)

Guru Kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 10 Salatiga.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya