alexametrics

Tingkatkan Pemahaman IPA di SD Menggunakan Metode Example Non Exsample

Oleh Tri Yuli Astanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menurut Polo dan Marten dalam Srini M. Iskandar (1997: 15) IPA untuk anak-anak didefinisikan mengamati apa yang terjadi. Mencoba memahami apa yang diamati, menggunakan pengetahuan baru untuk meramalkan apa yang akan terjadi. Dan menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar. Jadi, IPA berguna untuk menuntun anak berpikir secara ilmiah dari kejadian-kejadian alam yang terjadi di sekitarnya.

IPA adalah pelajaran yang penting karena ilmunya dapat diterapkan secara langsung dalam masyarakat. Pembelajaran IPA di sekolah dasar (SD) diharapkan dapat melatih keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa, maka hendaknya dimodifikasi sesuai dengan tahap perkembangan kognitif SD.

Namun pembelajaran di SD diperlukan strategi tersendiri. Metode pembelajaran yang dugunakan hars mampu menarik motivasi siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran tanpa ada paksaan bahkan harus menyenangkan bagi mereka. Pembelajaran dikemas seakan-akan kita bermain namun sambil belajar. Strategi pembelajaran yang menyerupai permainanpun penulis terapkan di kelas 6 SDN 07 Mulyoharjo, khususnya pada materi sistem tata surya menggunakan metode example non example.

Baca juga:  Post Test Menyenangkan dengan Teka-Teki Silang Sederhana Online

Hary Kurniadi (2010:1) menyatakan, model pembelajaran example non example atau juga biasa disebut example and non-example merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Penggunaan media gambar ini disusun dan dirancang agar anak dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada di dalam gambar.
Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran example non example adalah sebagai berikut: pertama guru mempersiapkan berbagai gambar sistem tata surya dan karakteristiknya. Kedua, guru menyajikan atau menampilkan gambar dengan cara menempelkan gambar-gambar tersebut di papan tulis untuk diamati oleh seluruh siswa. Ketiga, guru memberikan arahan dan kesempatan kepada siswa untuk mengamati dan menganalisis gambar-gambar yang telah disajikan. Dalam tahap ini para siswa diberikan kesempatan untuk melihat, menelaah, mengamati gambar yang telah ditampilkan guru, serta memberikan ilustrasi karakteristik dari sistem tata surya. Keempat, siswa mencatat hasil analisis dari gambar setelah melakukan diskusi kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Hasil analisa dicatat dalam sebuah kertas yang disediakan oleh guru. Kelima, tiap kelompok diberi kesempatan untuk membacakan hasil diskusinya. Keenam, mulai dari komentar ataupun hasil diskusi siswa, guru menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Ketujuh guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi.

Baca juga:  Asiknya Belajar Daring Materi Virus dengan Qa Method

Dalam pembelajaran menggunakan metode example non example meunjukkan peningkatan motivasi siswa secara signifikan. Siswa antusias memberikan pendapat dalam menganalisis gambar yang disediakan guru. Siswa secara mandiri mencari letratur yang diperlukan untuk menganalisis gambar tanpa ada paksaan dari guru. Mereka mencoba memberikan analisa selengkap mungkin agar pendapatnya diterima oleh kelompoknya, sehingga materi yang sedang dipelajari menjadi lebih lengkap. Pembelajaran menggunakan metode ini juga mampu meningkatkan hasil evaluasi, karena siswa belajar sambil melakukan (learning by doing), baik dengan bantuan guru maupun secara mandiri. Selain itu metode ini meningkatkan keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajara-pembelajaran berikutnya. (agu1/lis)

Guru SDN 07 Mulyoharjo, Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya