alexametrics

Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika dengan Snowball Driling

Oleh : Inawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika digunakan oleh seluruh manusia dalam segala aspek kehidupan. Sehingga tidak berlebihan jika keahlian matematika dapat dikategorikan salah satu keahlian untuk bertahan hidup bagi manusia atau sering disebut sebagai life skill. Matematika dipelajari oleh peserta didik mulai dari sekolah dasar dampai dengan perguruan tinggi.

Materi matematika mulai dipelajari secara berurutan dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling rumit. Keunikan mata pelajaran ini adalah kesinambungan antara materi satu dengan materi lainya. Bahkan sebuah materi bisa menjadi prasyarat untuk dapat mempelajari materi selanjutnya.

Menurut Ahmad Susanto (2013 :186) pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru unruk mengembangkan kreativitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Serta dapat meningkatkan kemampuan mengontruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi matematika.

Namun pembelajaran matematika seringkali menemui kendala. Baik kendala internal (anggapan bahwa matematika itu sulit, rumit) sehingga motivasi belajar berkurang, sampai dengan kendala eksternal yakni metode pembelajaran dan media yang tidak selalu disediakan dalam pembelajaran. Hal ini menjadi tantangan bagi seorang guru dalam mempersiapkan pembelajaran matematika.

Baca juga:  Boneka Tangan Efektifkan Belajar Memahami Dongeng

Menurut Corey (Susanto, 2013), pembelajaran adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Pembelajaran dalam pandangan Corey sebagai upaya menciptakan kondisi dan lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan siswa berubah bertingkah laku.

Pada pembelajaran matematika kelas 3 SDN 07 Mulyoharjo materi akar perkalian bilangan bulat menggunakan metode snowball drilling sebagai upaya menciptakan pembelajaran interaktif untuk menghasilkan respos positif siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Metode snowball driling dikembangkan untuk menguatkan pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari membaca bahan-bahan bacaan. Langkah-langkah dilakukan dalam pembelajaran menggunakan metode ini adalah sebagai berikut : Pertama-tama guru mempersiapkan paket-paket soal pilihan ganda yang berisi perkalian bilangan bulat tunggal kemudian menggelindingkan bola salju berupa soal latihan dengan cara menunjuk/mengundi untuk mendapatkan seorang yang menjawab soal nomor 1.

Baca juga:  Penerapan Pembelajaran Blended Learning pada Materi Kegiatan Ekonomi

Jika peserta didik yang mendapat giliran pertama menjawab soal tersebut dengan benar, maka peserta didik itu diberi kesempatan untuk menunjuk salah satu temannya menjawab soal berikutnya yaitu soal nomor 2. Seandainya peserta didik pertama yang mendapat kesempatan menjawab soal nomor 1 gagal, maka peserta didik diharuskan menjawab soal berikutnya dan seterusnya hingga peserta didik tersebut berhasil menjawab benar item soal pada suatu nomor soal tertentu. Jika pada gelindingan putaran pertama masih terdapat soal-soal yang belum terjawab, maka soal-soal itu dijawab oleh peserta didik yang mendapat giliran. Mekanisme giliran menjawab sama seperti yang telah diuraikan di atas. Di akhir pembelajaran guru memberikan ulasan terhadap hal yang telah dipelajari peserta didik.

Baca juga:  Benda Konkret Permudah Belajar Sifat Bangun Ruang

Dengan metode snowball drilling ternyata dapat meningkatkan antusiasme peserta didik dalam mengikuti pembelajaran secara signifikan. Semua peserta didik memperhatikan pertanyaan dan bersiap menjawab karena giliran menjawab pertanyaan dilakukan secara acak. Sehingga semua berusaha untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu mendapat giliran.

Namun metode ini memerlukan waktu dan kreatifitas guru dalam menyiapkan soal-soal yang bervariatif mulai dari soal yang mudah sampai soal yang memerlukan pemikiran tinggi atau HOTS.

Tetapi dengan peningkatan motivasi siswa yang sangat bagus dan diharapkan motivasi ini juga berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi, maka metode ini layak dipersiapkan oleh guru dengan sebaik-baiknya. (agu1/lis)

Guru SDN 07 Mulyoharjo, Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya