alexametrics

Mengeksplor Kreativitas Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Titi Sari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mewabahnya Covid-19 di akhir 2019 berdampak pada semua aspek kehidupan. Mudahnya penyebaran virus dan korban meninggal dalam jumlah besar dalam waktu yang cepat menjadikan orang harus membatasi aktivitas dan interaksi sosial untuk mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19.

Usia sekolah terutama usia remaja memiliki risiko yang cukup tinggi untuk terinfeksi dan menularkan Covid-19 ke orang lain (WHO South East Asia, 2020). Untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara masif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengantisipasi dengan berbagai kebijakan. Salah satunya dengan memberlakukan kegiatan pembelajaran secara daring, yang disebut dengan istilah PJJ (pembelajaran jarak jauh).

Di SMAN 1 Temanggung kebijakan ini dilaksanakan sejak Maret 2020. Dalam pelaksanaannya PJJ ini menghadapi banyak kendala/permasalahan. Bila diidentifikasi ada 3 hal pokok yang menjadi kendala/permasalahan. Yaitu teknis penggunaan teknologi aplikasi software, kesiapan tenaga pendidik dalam strategi pembelajaran secara daring, dan kesiapan peserta didik dalam menerima pembelajaran secara daring.

Baca juga:  Serunya Debat Pro Kontra Pengaruh Iptek dalam PPKn

Kesiapan peserta didik terutama faktor psikologis dalam pembelajaran secara daring (PJJ) menjadi hal yang penting karena sasaran/target akhir ditujukan mereka. Setiap hari sesuai jadwal pelajaran, peserta didik harus berada di depan komputer/laptop/telepon pintar untuk belajar secara mandiri dengan dipandu guru mata pelajaran.

Kegiatan seperti ini terus berlangsung dan belum tahu kapan ini akan berakhir. Sangat dimengerti peserta didik yang biasanya belajar, mengerjakan tugas, berdiskusi bersama-sama teman dan gurunya tiba-tiba melakukan sendiri di rumah. Akibatnya peserta didik mengeluh jenuh, bosan bahkan stres. Kondisi ini mendorong penulis untuk mengubah teknik pembelajaran. Apalagi paradigma pembelajaram sudah berubah. Paradigma lama, pembelajaran merupakan proses penyampaian materi pembelajaran atau stimulus sebanyak-banyaknya kepada peserta didik. Sedangkan paradigma baru, pembelajaran merupakan proses mengatur lingkungan agar peserta didik belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya (Azhar, 2020).

Baca juga:  Belajar Sumber Sejarah Asyik dengan Podcast

Pada mata pelajaran geografi KD (Kompetensi Dasar) mitigasi bencana, kelas XI-IPS SMAN 1 Temanggung, penulis menerapkan teknik pembelajaran dengan paradigma baru tersebut dengan melihat kondisi lingkungan dan kemampuan peserta didik. Penulis memberi kebebasan kepada peserta didik untuk belajar dengan caranya sendiri. Peserta didik dapat menggali informasi mengenai bencana Covid-19 dari berbagai sumber dan mengekspresikan mitigasinya (apa itu Covid-19, penyebab dan cara mengatasinya) sesuai kemampuan, minat/hobi, dan bakatnya. Peserta didik diberi waktu 1 minggu untuk menyelesaikan tugasnya dan mengirim hasilnya melalui aplikasi daring yang digunakan di SMAN 1 Temanggung.

Di luar dugaan belum sampai 1 minggu peserta didik sudah banyak yang mengumpulkan tugas. Padahal pada KD/ materi-materi sebelumnya peserta didik paling cepat menggumpulkan tugas 1 minggu. Bahkan ada yang melebihi batas waktu pengumpulan yang telah ditetapkan. Hasil kerja peserta didik juga di luar dugaan penulis. Peserta didik memiliki bakat yang luar biasa. Tugas mitigasi bencana (pandemi Covid-19) diwujudkan dalam berbagai karya. Dari opini, puisi, curahan hati, lukisan, poster sampai kriya berupa masker yang unik. Ini menunjukkan peserta didik antusias dengan teknik pembelajaran tersebut. Pada tahap penilaian harian hasilnya juga tidak mengecewakan. Dari 63 peserta didik 58 di antaranya nilainya di atas 75 (batas KKM yang ditetapkan pada mata pelajaran geografi).

Baca juga:  Mudah Belajar Daring PGS Lingkaran Bagi Adil Menggunakan Pentablet

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang membosankan bagi peserta didik dapat diatasi dengan teknik pembelajaran yang mengesplorasi sesuai kemampuan, bakat dan minat peserta didik yang dikaitkan kondisi lingkungan yang sedang terjadi. Teknik ini memacu peserta didik untuk menguasai materi, mengasah kepekaan pada lingkungan, memecahkan masalah dengan caranya sendiri (merdeka belajar) dengan bonus mengembangkan bakat dan minat peserta didik. (dm/lis)

Guru SMAN 1 Temanggung.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya