alexametrics

Layanan Google sebagai Solusi dalam Pembelajaran Praktik di TKJ

Oleh : Fivi Yulianto Purno Wibowo, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI telah melanda negeri kita lebih dari setahun. Hampir semua sektor terpengaruh oleh kondisi ini, termasuk sektor pendidikan. Salah satu efek terberat pada sektor pendidikan adalah pembelajaran yang dilaksanakan secara daring. Terlebih pada mata pelajaran kejuruan pada kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang mengharuskan siswa melaksanakan banyak praktik secara langsung. Tidak banyaknya siswa dalam kepemilikan komputer di rumah merupakan masalah harus diselesaikan bagi guru.

Sesuai Peraturan Dirjen Dikasmen Kemendikbud No. 07/D.D5/KK/2018 Tentang Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), salah satu mata pelajaran pada kelompok kejuruan kompetensi keahlian TKJ adalah Simulasi dan Komunikasi Digital, yang masuk dalam kelompok Dasar Bidang Keahlian (C1). Simulasi dan komunikasi digital merupakan mata pelajaran yang mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui presentasi digital, sehingga tidak terpisahkan dengan penggunaan komputer.

Kondisi ini sesungguhnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami di seluruh dunia. The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), menyebutkan lebih dari 91% populasi siswa dunia telah dipengaruhi oleh penutupan sekolah karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Bahkan dalam data terbaru sebagaimana dilansir dalam laman unesco.org, disebutkan bahwa lebih dari 100 juta anak akan jatuh di bawah tingkat kecakapan minimum dalam membaca karena dampak penutupan sekolah.

Baca juga:  Mengembangkan Pola Pikir Kritis pada Materi Meteorologi

Salah satu bentuk pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15, menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu. Pengertian ini mengandung pesan bahwa penyelenggaraan pendidikan kejuruan harus berkomitmen menjadikan tamatannya kompeten bekerja dalam bidang tertentu.

Penguasaan aplikasi-aplikasi operasional komputer semisal aplikasi perkantoran (office) merupakan aplikasi inti yang harus dikuasai siswa, sehingga praktek menggunakan komputer sesungguhnya merupakan kegiatan yang harus dilakukan siswa. Tetapi kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak memiliki komputer di rumah, maka diperlukan strategi agar siswa dapat tetap melaksanakan praktik pembelajaran dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di rumah. Salah satu sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk praktik oleh siswa adalah smartphone. Jika kita lihat hampir seluruh siswa saat ini memiliki smartphone. Dengan bermodalkan smartphone inilah, kita bisa mengajak siswa melakukan praktik sebagaimana praktik di sekolah.

Baca juga:  Kolaborasi Sway dan Padlet Tingkatkan Kompetensi Menulis Se Présenter

Salah satu layanan yang bisa dipakai dipakai siswa secara gratis untuk melakukan praktik pada mata pelajaran simulasi dan komunikasi digital adalah layanan Google Apps. Seperti yang diterapkan di SMK Negeri 1 Purwodadi. Bagi pengguna smartphone tentunya mereka juga memiliki e-mail berbasis google yang bisa dimanfaatkan dalam layanan gratis tersebut. Ada banyak layanan dari google apps yang bisa dimanfaatkan dalam praktik pembelajaran. Layanan pertama dari google apps yang bisa bisa manfaatkan untuk praktik pembelajaran adalah layanan google docs. Aplikasi ini bisa dipakai untuk menggantikan aplikasi-aplikasi pengolah kata serupa yang lebih populer pada komputer. Aplikasi ini bisa kita manfaatkan untuk melaksanakan praktik pembelajaran pada materi memformat dokumen menggunakan perangkat lunak pengolah kata.

Baca juga:  Tantangan Pendidikan Islam di Era Pandemi Covid-19

Layanan google selanjutnya adalah google sheets untuk membelajarkan siswa pada materi mengoperasikan perangkat lunak pengolah angka. Layanan ini bisa dipakai sebagai praktik untuk menggantikan aplikasi-aplikasi lembar sebar yang populer pada komputer. Pada materi membuat slide untuk presentasi kita bisa memanfaatkan layanan google slides. Kemudian pada materi kelas maya tentunya kita bisa memanfaatkan google classroom, bahkan saat ini layanan google classroom sangat populer dan banyak dipakai bapak/ibu guru dalam mengelola kelas, sehingga selain pembelajaran siswa sekaligus praktik menggunakannya. Memang diperlukan kebiasaan dalam memanfaatkan aplikasi tersebut, tetapi layanan yang terintegrasi dengan smartphone tentunya dapat menjadi salah satu solusi dalam proses pembelajaran daring. (ipa1/zal)

Guru SMK Negeri 1 Purwodadi.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya