alexametrics

Pembelajaran PJJ IPA Masa New Normal via Pemanfaatan Teknologi

Oleh : Riani Dwi Sulistyaningrum, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Istilah new normal yang sering kita dengar sejalan dengan munculnya pola hidup dan tatanan guru akibat dampak pandemi Covid-19. New normal dalam pendidikan sebaiknya tidak hanya mengajar pencapaian target kurikulum (materi), melainkan juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Hal ini mengubah pola pembelajaran dan proses belajar tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kondisi ini dimaknai sebagai adaptasi. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam kondisi ini adalah hubungan antara manusia, pengalaman belajar yang sesuai dengan kondisi pesrta didik, dan proses pembelajaran yang bermakna dan mendalam.

Hubungan antarmanusia dalam new normal education ini dimaksudkan sebagai hubungan antarpersonal yang terlibat dalam proses pembelajaran. Proses itu dilakukan baik bersama pengajar atau antarpeserta didik, khususnya di SD Negeri 01 Randudongkal, Pemalang. Adapun online learning, identik dengan belajar mandiri, sebuah aktivitas yang dilakukan ketikan peserta didik belajar sendiri berbantuan media atau sarana berbasis teknologi.

Baca juga:  Jadikan Bekal Makanan Materi Pembelajaran Bangun Datar

Penulis sebagai guru kelas 5 di SD Negeri 01 Randudongkal, Pemalang, dalam mengajar IPA dalam KD “Menganalisis hubungan antarkomponen ekosistem dan jaring-jaring makanan dilingkungan sekitar”, melakukan aktivitas dalam KBM. Peserta didik tetap membutuhkan komunikasi dengan guru (seseorang ). Pada saat inilah, pengajar/guru IPA dan orang terdekat pada siswa harus hadir untuk mendampingi mereka. Fakta ini menunjukan bagaimana pentingnya koneksi antar manusia dalam pendidikan pada era new normal. Peserta didik adalah manusia dengan karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Memiliki keunikan dan sikap yang tidak sama antara satu dengan yang lain.

Dalam pendidikan hal ini, menjadi perhatian lebih sehingga dalam proses belajar menggunakan pendekatan yang berbeda untuk setiap peserta didik. Penerapan teknologi dalam sebuah sistem pendidikan, penulis sebagai guru kelas 5 di SD Negeri 01 Randudongkal, Pemalang, merancang khusus sesuai kebutuhan siswanya.

Baca juga:  Membumikan Ideologi Pancasila Kepada Generasi Muda melalui Pembelajaran PPKn

Pada kondisi ini, dalam mengajar KD “Menganalisis hubungan antarkomponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar, guru dapat memiliki aplikasi, platform maupun software apa yang akan digunakan. Serta bentuk penyajian materi dan sarana komunikasi yang efektif yang memudahkan peserta didik dalam menerima, mempelajari dan memahami materi-materi yang diberikan.

Dalam hal ini penulis dalam proses pembelajaran yang berlangsung, hendaknya bermakna dan mendalam bagi peserta didiknya. Teknologi pengenal gerakan dan suara dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar-mengajar tersebut sehingga proses belajar yang sedang berjalan menjadi lebih interaktif. Virtual meeting dengan menggunakan 3D dan hologram serta teknologi. Virtual reality dapat menjadi salah satu alternatif dan pemilihan yang tepat. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran IPA dapat membantu penyerapan materi bagi peserta didik. Di sisi lain, teknologi yang terus berkembang pesat membentuk peserta didik untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

Baca juga:  Antusiasme Belajar IPA dengan MIKiR

Selain itu meningkatkan kemampuan sesuai yang dibutuhkan dunia pada masa depan. Keadaan ini hendaknya memberikan pemahaman bagi guru dan sekolah untuk memilih dan menentukan kebijakan bagaimana proses new normal education yang tepat bagi peserta didiknya. Akhirnya penulis berdoa semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga pembelajaran bisa berjalan seperti biasanya. (pg2/lis)

Guru Kelas SDN 01 Randudongkal, Kec. Randudongkal, Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya