alexametrics

Ciptakan Pengalaman Belajar IPS yang Bermakna dengan Metode Portofolio

Oleh : Siam Suwandi, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis atau psikologis untuk tujuan pendidikan. Menurut Raharjo (2007:15) tujuan pembelajaran IPS Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) pada dasarnya untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dari lingkungannya serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Salah satu materi IPS yang dipelajari oleh siswa kelas VI pada tema 9 adalah Perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia. Materi ini meliputi Kompetensi Dasar (KD) 3.2 adalah Menganalisis perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia, dan Kompetensi Dasar (KD) 4.2 Menyajikan hasil analisis mengenai perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi bangsa Indonesia.

Baca juga:  Asyiknya Belajar PPKn dengan Media Vidio Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran IPS di SDN 02 Mesoyi kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan pada siswa kelas VI masih belum maksimal. Kegiatan pembelajaran yang terjadi hanya searah. Siswa terfokus pada guru serta buku pelajaran pada saat guru menyampaikan materi. Pemahaman dan penguasaan materi dari siswa masih kurang dan siswa menjadi bosan dalam mengikuti proses pembelajaran akibatnya hasil nilai pada penilaian harian masih banyak yang belum tuntas. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan memilih metode pembelajaran yang menarik.

Menurut Arnie Fajar (2006:48), Portofolio sebagai metode pembelajaran merupakan usaha guru agar siswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu atau kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh siswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam pekerjaan/tugas-tugasnya.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Penelitian Tindakan Kelas

Adapun langkah langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebahgai berikut : Pertama, mengidentifikasi masalah. Siswa mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat yang mereka anggap penting. Kedua, mengumpulkan informasi. Siswa mendiskusikan dan mencari sumber informasi melalui fasilitas perpustakaan, surat kabar, kantor penerbitan, pakar, organisasi masyarakat, jaringan informasi elektronik dan sebagainya. Selanjutnya, siswa dibagi kedalam 4 kelompok, dan setiap kelompok akan bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio. Adapun pembagian peran dalam kelompok meliputi Kelompok 1 bertugas menjelaskan masalah yang dikaji, Kelompok 2 bertugas menuliskan semua informasi yang diperolehnya, Kelompok 3 bertugas mengusulkan rencana kebijakan untuk mengatasi masalah, Kelompok 4 bertugas memilih rencana kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan yang dikaji. Ketiga, menyajikan portofolio. Pada kegiatan ini siswa tiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya kepada teman yang lainnya dalam satu kelas. Terakhir, melakukan refleksi pengalaman belajar atau kesimpulan. Dalam melakukan kegiatan refleksi atau penarikan kesimpulan guru melaksanakannya dengan cara diskusi kelas yang merupakan hasil kesimpulan akhir dari kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Baca Tulis Alquran Menggunakan Kartu Huruf Hijaiyah Berwarna

Pembelajaran IPS dengan metode Portofolio pada siswa kelas VI SDN 02 Mesoyi Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan dapat mengembangkan dan melatih sikap, nilai dan keterampilan siswa. Siswa tidak hanya menghafal materi yang diberikan guru, namun siswa dapat memahami yang dipelajari dan mampu menyelesaikan pertanyaan dengan baik.Dengan metode Portofolio mampu menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mendapatkan pengetahuan dari hasil masalah yang mereka jumpai. Dilihat dari ketuntasan klasikal hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari 53,2% meningkat menjadi 82,7%, dengan demikian indikator keberhasilan telah tercapai dengan baik. (gb1/ton)

Guru Kelas VI SDN 02 Mesoyi Kec. Talun Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya