alexametrics

Problematika Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Lingkungan SD

Oleh : Eki Septiasih, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti merupakan salah satu bidang studi di lembaga pendidikan formal maupu nonformal. Sedangkan dalam lembaga Pendidikan Agama Islam lebih diperinci lagi, misalnya bidang Alquran, Hadis, fikih, akidah, akhlak dan lainnya. Akhir-akhir ini timbul perubahan sosial di berbagai sektor kehidupan manusia. Pendidikan Agama Islam dituntut untuk mengubah strategi serta pola pikir sehingga lebih efektif dan efisien demi tercapainya Pendidikan Agama Islam di lingkungan sekolah dasar (SD).

Menurut Arifin Muzayyi, tujuan pendidikan keagamaan adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang saling bersangkutan. Dalam struktur ajaran Islam, pendidikan akhlak adalah yang paling penting. Penguatan akidah adalah dasar. Sementara, ibadah adalah sarana, sedangkan tujuan akhir adalah pengembangan akhlak mulia. Sehubungan dengan itu, Nabi Muhammad saw. Bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik Islamnya adalah yang paling baik akhlaknya.” Dengan kata lain, hanya akhlak mulia dipenuhi dengan sifat kasih sayang yang bisa menjadi bukti kekuatan akidah dan kebaikan ibadah.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Tingkat SD di Masa Pandemi Covid-19

Sejalan dengan itu, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diorientasikan pada pembentukan akhlak yang mulia, penuh kasih sayang kepada segenap unsur alam semesta. Hal tersebut selaras dengan kurikulum 2013 yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi yang utuh antara pengetahuan, keterampilan dan sikap. Untuk mewujudkan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang efektif dan budaya Islam di sekolah, perlu adanya sinergi antara guru PAI dan BP dengan guru lainnya, serta perlu adanya dukungan dari kepala sekolah.

Penciptaan budaya Islam dapat dilakukan melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti baik di dalam kelas maupun di luar kelas seperti di musala, masjid, laboratorium atau lainnya yang berada di lingkungan sekolah. Penambahan jam pelajaran PAI dan Budi Pekerti dimaksudkan untuk mengoptimalkan pengamalan agama Islam bagi peserta didik untuk membentuk budaya Islam di sekolah. Oleh karena itu, penyerapan metode pembiasaan dan keteladanan perludi terapkan seperti: tadarus Alquran, doa sebelum dan sesudah pembelajaran, salat duha, salat zuhur berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya. (pg2/ton)

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Trial and Error

Guru SD Negeri 01 Krompeng Kec. Talun, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya