alexametrics

Pembelajaran Fisika di Era Globalisasi

Oleh : Untoro Adi Aristina, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berita tentang generasi milenial menjadi trending topik hangat di media sosial dan elektronik. Generasi milenial adalah generasi yang dilahirkan dari tahun 1981 sampai 2000. Saat ini generasi milenial telah berganti dengan generasi Z. Generasi Z lahir di kisaran tahun 2000 hingga sekarang ini. Generasi Z disebut generasi net. Lahir di saat internet telah berkembang pesat dalam kehidupan manusia.

Pembelajaran di sekolah pun mesti menyesuaikan dengan karakteristik generasi ini. Guru mesti pandai mengolah pembelajaran di kelas agar mendapat perhatian khusus dari para generasi Z sebagai siswanya ini.

Generasi Z belajar fisika di era globalisasi ini merupakan suatu tantangan tersendiri bagi guru fisika. Fisika sebagai salah satu cabang sains yang mempelajari gejala dan fenomena alam beserta interaksi yang menyertainya ini merupakan salah satu mata pelajaran yang masuk ke dalam daftar mata pelajaran yang tidak disukai oleh para siswa.

Alasan mereka fisika itu sulit dan membosankan apalagi jika terkait dengan seabrek teori dan rumus-rumus yang mengantre untuk dipahami dan dihafal. Belum lagi ditambah dengan penyajian guru yang membosankan serta pembelajaran yang class oriented tak pernah labolatory oriented.

Baca juga:  Model VAK Efektif dalam Pembelajaran Reproduksi Tumbuhan

Dampak perkembangan era digital dan industri 4.0 membawa perubahan positif dan negatif, khususnya pada siswa SMA. Salah satu dampak positif adalah mereka lebih peka dan terbuka terhadap perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Informasi apa saja dapat dengan cepat mereka akses. Sedangkan dampak negatifnya, mereka mudah lupa kontrol, asyik dengan gadgetnya tanpa kenal waktu.
Pembelajaran fisika di sekolah turut andil membentuk karakter para generasi Z untuk mempersiapkan mereka menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan menduniakan segala aspek kehidupan. Baik di bidang politik, sosial budaya, ekonomi, agama terutama sekali menduniakan bidang teknologi.

Pembelajaran fisika yang memuat tiga aspek yang apabila diterapkan dengan sungguh-sungguh akan berpengaruh besar dalam proses hidup sehari-hari.

Baca juga:  Bimbingan Konseling di Masa Pandemi Covid-19

Aspek-spek pembelajaran fisika itu adalah: aspek pengetahuan, aspek proses, dan aspek sikap. Aspek pengetahuan pada pembelajaran fisika termuat dalam berbagai konsep fisika yang meliputi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, serta pengetahuan metakognitif. Pengetahuan faktual contohnya pengetahuan tentang langit, bumi dan matahari yang konsepnya mengajak para siswa untuk selalu berada pada kejujuran dan kebenaran berdasarkan fakta.

Pengetahuan konseptual ini mengajak siswa untuk dapat membuat klasifikasi serta mengkategorikan segala sesuatu sesuai dengan data yang ada. Hal ini mengajarkan para siswa untuk teliti dalam menghadapi segala berita dan tidak mudah terpancing berita yang belum tentu kebenarannya.

Pengetahuan prosedural mengajarkan para siswa untuk memahami langkah-langkah dalam menyelesaikan ataupun melakukan sesuatu sehingga dalam praktiknya nanti harapannya hidupnya teratur dan tidak serampangan. Sedangkan pengetahuan metakognitif mengajarkan siswa untuk mandiri dalam mengembangkan daya inisiatif sendiri.

Aspek kedua dalam pembelajaran fisika adalah aspek proses. Pada proses ini siswa diajak untuk menerapkan metode yang selalu dipakai para ilmuwan dalam melakukan percobaan dan pengambilan keputusan. Metode ini adalah metode ilmiah, siswa membuat hipotesa, mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan kebenaran hipotesa yang telah dibuat.

Baca juga:  Menulis Puisi dengan Metode Sugesti Imajinasi Media Lagu

Proses berpikir yang rasional berdasarkan fakta membantu siswa dalam pengambilan keputusan yang tepat. Hal ini sangat berpengaruh besar dalam proses kehidupan nyata kelak dikemudian hari.
Aspek ketiga adalah aspek sikap. Aspek sikap ini mengajarkan siswa untuk memiliki sikap-sikap positif dan mulia. Di antaranya jujur, disiplin, teliti, objektif, setia pada data, daya tahan tinggi, dan ulet. Di sinilah perubahan cara pandang dan karakter siswa dapat dibentuk.

Ketiga aspek pembelajaran fisika inilah apabila diterapkan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil generasi Z yang tangguh dan siap mendunia di era globalisasi ini. Bersama pembelajaran fisika generasi Z menantang era globalisasi. (ipa1/lis)

Guru Fisika SMA Negeri 1 Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya