alexametrics

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA dengan Model Eksperiential Learning

Oleh : Atikah Manar, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses kegiatan belajar mengajar berdasarkan observasi penulis kurang optimal khususnya kelas empat mata pelajaran IPA di MI Islamiyah Kalisalak. Kecenderungan siswa kurang semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Mata pelajaran IPA lebih mengarah pada kehidupan sehari-hari siswa atau kondisi lingkungan sekitar siswa. Sehingga dalam memilih model pembelajaran IPA harus lebih menonjolkan aspek pengalaman bukan bersifat abstrak. Pembelajaran adalah suatu pola belajar yang diterapkan oleh guru mulai dari awal sampai akhir pembelajaran.

Model pembelajaran yang tepat dan tidak melenceng dari tujuan pembelajaran serta sesuai dengan karakteristik mata pelajaran IPA kelas empat MI Islamiyah Kalisalak Limpung Batang adalah model Experiential Learning.

Kolb yang dikutip oleh Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2007: 165) menjelaskan bahwa model experiential learning adalah suatu model proses belajar mengajar yang mengaktifkan pembelajaran untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalamannya secara langsung.

Baca juga:  Kantong Ajaib Doraemon, Pendukung Kemampuan Membaca Kelas Rendah

Model experiential learning adalah suatu model proses belajar mengajar yang mengaktifkan pembelajar untuk membangun pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman secara langsung. Dalam hal ini, experiential learning menggunakan pengalaman sebagai katalisator untuk menolong pembelajar mengembangkan kapsitas dan kemampuannya dalam proses pembelajaran. Experiential learning dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk mencapai sesuatu berdasarkan pengalaman yang secara terus menerus mengalami perubahan guna meningkatkan keefektifan dari hasil belajar itu sendiri. Tujuan dari model ini adalah untuk mempengaruhi siswa dengan tiga ranah yaitu ; pertama mengubah pengetahuan (kognitif) siswa, kedua mengubah sifat (afektif) siswa, dan yang ketiga memperluas ketrampilan-ketrampilan (motorik) siswa. Ketiganya harus terpenuhi karena saling berhubungan dan mempengaruhi secara keseluruhan.

Prosedur pembelajaran dalam experiential learning terdiri dari empat tahapan pertama adalah tahapan pengalaman nyata, kedua tahapan observasi refleksi, ketiga tahap konseptualisasi, dan keempat tahap implementasi. Model pembelajaran experiential learning ketika diterapkan pada materi bagian-bagian tumbuh-tumbuhan dan fungsinya. Siswa tidak hanya mengamati melainkan diajak ke kebun untuk menyentuh secara nyata kemudian melakukan observasi untuk menjabarkan bagian-bagian tumbuh-tumbuhan dan fungsinya tersebut siswa akan lebih antusias dan semangat dalam menyampaikan gagasan yang ia pelajari secara nyata. Kemudian siswa dapat mengingat dan memahami informasi yang didapatkan secara langsung yang berorientasi pada aktivitas refleksi secara personal tentang suatu pengalaman serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Baca juga:  Meningkatkan Percaya Diri Siswa Belajar IPA melalui Strategi Inkuiri Terbimbing

Karakteristik experiential learning Kolb dalam Fahturrohman (2015: 129) mengusulkan bahwa experiential learning mempunyai enam karakteristik utama, yaitu : pertama belajar terbaik dipahami sebagai suatu proses, tidak dalam kaitannya hasil yang dicapai. Kedua belajar adalah suatu proses kontinu yang didasarkan pada pengalaman. Ketiga belajar memerlukan resolusi konflik-konflik antara gaya-gaya yang berlawanan dengan cara dialektis, keempat belajar adalah proses yang holistic. Kelima belajar melibatkan hubungan antara seseorang dengan lingkungan. Dan keenam belajar adalah proses tentang menciptakan pengetahuan yang merupakan hasil dari hubungan antara pengetahuan sosial dan pengetahuan pribadi.

Inti dari pembelajaran berbasis model experiential learning adalah penekanan pada proses sebagai pengalaman nyata yang melibatkan antara seseorang dengan lingkungan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Model pembelajaran experiential learning merupakan pembelajaran yang menekankan pada ranah pengalaman, siswa di arahkan secara langsung pada objek nyata pada materi yang diajarkan, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar IPA pada MI Islamiyah Kalisalak Limpung Batang khususnya untuk kelas IV. (ipa1/lis)

Baca juga:  Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Dengan PBL

MI Islamiyah Kalisalak, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya