alexametrics

Pahami Proses Fertilisasi dengan Bermain Peran Gunakan Topeng Sains

Oleh : Dra Retnaningsih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATERI Sistem Reproduksi pada Manusia dianggap tabu karena mencakup hal-hal yang berhubungan dengan organ reproduksi dan fungsinya. Apabila pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, peserta didik cenderung malu dan pasif dalam mengikuti pembelajaran sehingga merasa sulit memahami materi tersebut. Hal ini juga terjadi pada peserta didik di SMP Negeri 10 Semarang.
Melihat kenyataan ini, guru berperan penting untuk mengubah pandangan peserta didik terhadap belajar IPA. Stimulus dalam pembelajaran harus dirancang menjadi menarik, spesifik, dan mudah direspon oleh peserta didik agar aktivitas belajar peserta didik di kelas dapat mencapai hasil belajar yang optimal (Rifa’i, 2009). Salah satu alternatifnya adalah melaksanakan model pembelajaran Bermain Peran.

Baca juga:  Strategi Think Talk Write Mudahkan Belajar Menulis Teks Berita

Pembelajaran dengan Bermain Peran menggunakan Topeng Sains ditujukan untuk kelas IX SMP/MTs pada materi Sistem Reproduksi pada Manusia digunakan sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

Proses fertilisasi merupakan bagian dari materi Sistem Reproduksi Manusia. Pembelajaran materi ini dilakukan dengan Bermain Peran menggunakan topeng sains. Topeng berupa gambar objek yang diperankan peserta didik. Peran 1 sebagai sperma X, peran 2 sebagai sperma Y, peran 3 sebagai sel telur, peran 4 sebagai zigot, peran 5 sebagai tuba fallopi dan peran 6 menjadi endometrium. Satu orang berperan sebagai narator.

Sebelum melakukan Bermain Peran, peserta didik melihat tayangan video materi fertilisasi untuk penguatan. Sesuai undian, tiap kelompok maju untuk menampilkan skenario pembelajaran yang telah disusun bersama. Narator membacakan skenario, tiap peserta didik memerankan tokoh yang menjadi tugasnya. Laksana bermain sinetron, tiap siswa melakukan peran sesuai skenario yang telah disusun. Skenario pembelajaran dibuat oleh peserta didik secara berkelompok dengan bimbingan guru, sehingga isi dialog yang akan dilakukan tiap peserta didik tidak salah, walaupun menggunakan “bahasa” sehari-hari seperti saat bercengkerama bersama teman-temannya.

Baca juga:  Mengasuh Anak di Era Digital

Dalam pembelajaran ini aktivitas peserta didik akan tinggi, menjadi lebih aktif dan pemahaman peserta didik tentang materi akan meningkat karena peserta didik secara langsung terlibat dalam pembelajaran.

Bermain Peran mengharuskan peserta didik untuk bermain peran dan mengasah kemampuan komunikasi dan aktivitas belajarnya. Peserta didik harus menguasai materi pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan. Oleh karena itu, dengan kesadaran sendiri yang tinggi, peserta didik berusaha memahami materi Sistem Reproduksi pada Manusia secara komprehensif sehingga saat berperan sebagai salah satu tokoh atau benda yang telah ditetapkan, dialog dilakukan dengan lancar.

Dari pengamatan dan hasil tes, pembelajaran dengan Bermain Peran menggunakan Topeng Sains, penulis menyimpulkan bahwa peserta didik memahami materi Sistem Reproduksi pada Manusia khususnya materi proses fertilisasi Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas dan hasil belajar meningkat. (ipa1/ida)

Baca juga:  Kuis Interaktif, Aktif, dan Menyenangkan dengan Kahoot pada Driver Hardware

Guru SMP Negeri 10 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya