alexametrics

Pembelajaran Listrik Searah dengan Media Komik

Oleh : Dra Rumanis Afifah, M.M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada pendidikan dasar sampai dengan menengah ke atas, gambar menjadi hal yang tidak lepas dari bahan pembelajaran. Gambar menjadi menarik untuk dilihat oleh siswa karena sebagain besar buku diperuntukkan siswa yang berisikan cerita disertai gambar yang kreatif dan imajinatif. Diceritakan langsung melalui dialog antar tokoh menggambarkan adegan atau situasi yang sedang diceritakan.

Komik sebagai media pembelajaran berperan sebagai alat yang berfungsi menyampaikan pesan pembelajaran melalui gambar yang pantas disajikan untuk siswa. Gambar dan gaya cerita mudah dipahami dan variasi gambar yang menarik untuk siswa. Kita ketahui tokoh Spidermen, Superman, Batman menjadi cerita atau tokoh yang disenangi siswa. Maka kita dapat mengolaborasikan atau memadukan antara komik menjadi media bahan pembelajaran fisika. Sehingga mudah dimengerti dan diingat oleh siswa yang membacanya. Peranan ini sangat membantu siswa dalam belajar.

Baca juga:  Mengantisipasi “Speaking Loss” selama PJJ dengan “Habit Formation”

Menurut Trimo (dalam Mariyamah, 2005 : 25) komik dapat dibedakan menjadi dua yaitu komik strip (comic strip) dan buku komik (comic book). Komik strip adalah bentuk komik yang terdiri beberapa panel atau bingkai kolom yang biasanya dimuat dalam koran harian atau majalah. Biasanya disambung ceritanya. Sedangkan buku komik adalah komik yang sudah berbentuk buku dengan berbagai gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita dan terdapat teks di sela sela gambar tersebut.

Komik yang digunakan dalam penelitian adalah jenis buku komik karena dari beberapa lembar dan dibuat menjadi bentuk buku. Dalam konteks pembelajaran yang dimuat dalam buku atau disisipkan dalam buku ajar tetapi tetap bisa menjadi media pembantu pemahaman siswa terhadap apa yang diajarkan.

Baca juga:  Melatih Kepekaan Rasa dengan Berlatih Tari

Komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas , mudah dipahami dan lebih bersifat personal sehingga bersifat informatif dan edukatif (Rohani, 1997 :21).
Menurut Waluyanto (2005:51) komik sebagai media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dalam konteks ini menunjuk pada sebuah proses komunikasi antara siswa dan sumber belajar. Komunikasi belajar akan berjalan dengan maksimum jika pesan pembelajaran disampaikan secara jelas, runtut dan menarik. Komik pembelajaran merupakan media yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam memahami suatu materi.

Menurut Hamalik (1986) mengemukakan pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan kegiatan dan minat yang baru. Membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologi terhadap siswa. Manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan efektif dan efisien.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Virus dengan PBL

Untuk penyampaian materi listrik searah pada pembelajaran siswa kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Godong bisa dibuat skema listrik searah yang terdiri dari Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff dan peralatan listrik searah (Galvanometer, Ampermeter, Volmeter).

Diberi gambar yang menarik dan berwarna. Kesimpulannya, komik sangat cocok untuk media pembelajaran karena dapat memotivasi siswa selama proses belajar. Dan penulis sudah membuktikan dengan media komik penyampaian materi menjadi lebih mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh siswa kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Godong. (ti1/lis)

Guru Fisika SMA Negeri 1 Godong.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya