alexametrics

PBL Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Oleh: Ati Widiastuti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses belajar mengajar merupakan serangkaian hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar belajar. Interaksi yang terjadi adalah interaksi edukatif yaitu proses yang terjadi tidak hanya menanamkan materi pelajaran namun juga penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.

Pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang menampilkan permasalahan pada materi yang dipelajari yang dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Di dalam pembelajaran Based Learning ini siswa dituntun berpikir kritis dan inovatif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada tentunya dengan bimbingan guru. Tapi pada kenyataannya mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa masih belum terlihat dalam proses belajar mengajar seperti yang terjadi pada siswa kelas VI SD Negeri Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Baca juga:  Eksperimen Menyenangkan dengan Pembelajaran Virtual Learning

Hal itu terlihat pada saat siswa diberi suatu permasalahan, siswa belum bisa memecahkan permasalahan tersebut. Tingkat kemampuan berpikir siswa masih tergolong rendah. Peran guru dalam kegiatan belajar mengajar selain bisa menyampaikan materi, juga harus mampu melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar di kelas tinggi. Pada proses pembelajaran siswa belum bisa mengembangkan kemempuan berpikir kritis dan sistematis pada pembelajaran tematik karena model pembelajaran yang digunakan kurang tepat. Kemudian kami mencoba pembelajaran dengan menerapkan model Pembelajaran Based Learning. Pada model pembelajaran ini kegiatan atau proses belajar mengajar memunculkan masalah dunia nyata sebagai bahan untuk proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah untuk memperoleh pengetahuan dari suatu sistem pelajaran.

Menurut Johnson E, 2011, hal.18 berpikir kritis merupakan sebuah proses yang terarah dan jelas yang digunakan dalam kegiatan mental seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah. Unsur-unsur dalam berpikir kritis dikenal dengan istilah FRISCO yaitu Focus (fokus), Reason (alasan), Inference (simpulan), Situation (situasi), Clarity (kejelasan) dan Overview (memeriksa kembali). Acuan sebagai indikator dalam berpikir kritis adalah siswa mampu memberikan argumen, mampu dalam memecaahkan masalah, dan mampu dalam mengambil kesimpulan.

Baca juga:  Pentingnya Ice Breaking dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar

Karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka pada praktiknya pembelajaran kali ini guru menjelaskan materi dengan model pembelajaran berbasis masalah dan mendemonstrasikan kepada siswa melalui daring sinkron (zoom meeting). Guru memberikan penjelasan materi secara daring dengan media pembelajaran powerpoint. Siswa yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok mengerjakan lembar kerja yang telah disiapkan guru melalui diskusi kelompok kemudian mempresentasikannya secara bergantian. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan evaluasi yang telah disiapkan melalui link google formulir. Ternyata setelah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning ini kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan ditandai siwa mulai mampu dan berani mengungkapkan argumen, mampu memecahkan masalah secara kelompok dan bisa menyimpulkan materi yang dipelajari dengan benar yang semua itu tidak luput dari bimbingan guru.

Baca juga:  Permainan Dam Memacu Kerja Otak Motorik Siswa

Namun demikian agar penerapan pembelajaran dengan model Problem Based Learning ini lebih baik lagi hasilnya, guru diharapkan menerapkan model Problem Based Learning ini pada proses pembelajaran selanjutmyadengan karakteristik materi yang sama karena dengan model pembelajaran ini terbukti mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, siswa juga harus lebih proaktif dalam memecahkan masalah atau soal melalui group discussion misalnya dengan cara berkontribusi pendapat atau ide-ide dalam team work, sehingga kemandirian dalam berpikir, bekerja sama, dan memecahkan masalah mereka lebih terlatih. (ti2/aro)

Guru SD Negeri Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya