alexametrics

Implementasi Problem Based Learning pada Materi Teorema Pythagoras

Oleh : Winanci Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Matematika juga merupakan salah satu pembelajaran yang berperan penting dalam kehidupan, yang memuat nilai-nilai yang dapat membentuk keterampilan berkomunikasi karena akan terjadi interaksi timbal balik dan transfer informasi.

Peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan suatu persoalan matematika dengan benar tetapi peserta didik juga diharapkan mampu menyampaikan dan menjelaskan bagaimana memperoleh solusi dari persoalan tersebut. Jadi, dari tujuan pembelajaran matematika, dapat dilihat bahwa kemampuan komunikasi matematika sangatlah penting untuk dimiliki oleh peserta didik.

Karena kemampuan komunikasi matematika adalah salah satu aspek yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika tidak hanya terfokus pada pemahaman konsep siswa tetapi juga dapat melatih siswa agar mampu mengomunikasikan ide dan gagasan mereka dalam menyelesaikan masalah.

Baca juga:  Pengaruh Berita pada Pola Pikir Anak Kelas VIII SMPN 9 Salatiga

Untuk menumbuh dan mengembangkan kemampuan komunikasi matematika siswa, perlu rancangan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Serta mendukung dan mengarahkan pada kemampuan untuk berkomunikasi matematika. Sehingga siswa lebih memahami konsep yang diajarkan serta mampu mengomunikasikannya yaitu dengan menggunakan berbagai model, metode, atau pedekatan pembelajaran salah satunya dengan menerapan pembelajaran berbasis masalah.

Pembelajaran berbasis masalah merupakan inovasi pembelajaran yang menggunakan kemampuan berpikir siswa yang dioptimalisasikan dalam kerja kelompok. Siswa mengumpulkan, mengaitkan informasi yang pernah dialaminya dengan pelajaran dan mempresentasikannya kepada teman-temannya.

Pembelajaran berbasis masalah yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).

Baca juga:  Supervisi Teknik Observasi melalui Google Classroom Efektif Tingkatkan Kompetensi Guru

Tujuan pembelajaran berbasis masalah adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep Higher Order Thinking Skills (HOTS), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri, dan keterampilan. Model pembelajaran berbasis masalah ini dapat juga diterapkan pada materi Teorema Pythagoras.

Pembelajaran dapat dimulai dengan memberikan soal cerita mengenai teorema Pythagoras. Soal cerita dituliskan dalam lembar kerja yang akan didiskusikan oleh kelompok siswa. Pemberian soal cerita ini berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Pembelajaran tidak berhenti sampai pada menghitung rumus. Siswa juga diberi kesempatan untuk menyelesaikan soal awal dengan tambahan stimulus. Misal jika salah satu sisi ditambah atau dikurangi ukuran panjangnya, bagaimana pengaruhnya terhadap panjang sisi yang lain. Hal ini akan membuat siswa belajar dan berpikir lebih kreatif dan kritis.
Pembelajaran dilanjutkan dengan mempresentasikan hasil diskusi siswa. Setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka. Presentasi ini penting dilakukan untuk mengembangkan karakter berani.

Baca juga:  Kolaborasi Kunci Kemenangan Permainan Rounders

Melalui presentasi, siswa juga dilatih untuk menghargai pendapat yang berbeda. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk menanggapi kelompok yang presentasi. Tanggapan dapat berupa pertanyaan, komentar, atau yang lainnya. Di sini peran guru sebagai fasilitator sangatlah penting.

Pada akhir pembelajaran, siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. Melalui pembelajaran ini, komponen 4C yaitu kolaborasi, komunikasi, kritis, dan kreatif dapat diintegrasikan dalam penyajian materi pembelajaran.

Jika siswa dibiasakan melakukan pembelajaran dengan menemukan dan mencari solusi dalam permasalahan yang mereka hadapi, diharapkan siswa dapat menemukan solusi dalam permasalahan lain dalam kehidupan mereka kelak. (ti2/lis)

Guru SMPN 1 Sukorejo, Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya