alexametrics

Tingkatkan Efektivitas Siswa Belajar SBdP dengan Gallery Wall

Oleh : Ratna Setiawati S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAKNA manusia berkualitas, menurut Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yaitu manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat. Namun perkembangan zaman terus berubah, termasuk di bidang pendidikan. Tak hanya itu, perkembangan umur peserta didik juga terus bertambah, pola pendidikannya pun harus menyesuaikan.

Sebagaimana pada jenjang sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah (SD/MI) pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Dulu sewaktu kelas rendah, peserta didik sangat menyukai gambar. Tapi akhir-akhir ini, beberapa peserta didik tidak menyukainya, utamanya pada materi menggambar ilustrasi. Kesemangatan siswa sudah mulai luntur. Ada yang beralasan tidak punya pensil warna, tidak bisa menggambar dan lain sebagainya.

Selain guru sebagai pusat yang menentukan segalanya dalam pembelajaran, ciri lain adalah siswa ditempatkan sebagai objek belajar. Peserta didik dianggap sebagai objek yang pasif, yang belum memahami apa yang harus dipahami. Akibatnya, dalam proses pembelajaran, peserta didik dituntut memahami segala sesuatu yang disampaikan guru. Peran peserta didik adalah sebagai penerima informasi yang diberikan guru. Jenis pengetahuan dan keterampilan kadang tidak mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, akan tetapi berangkat dari pandangan yang menurut guru dianggap baik dan bermanfaat.
Karena itulah, penulis menerapkan metode Gallery Wall, untuk meningkatkan minat siswa ketika belajar, dan mengerjakan tugas. Mereka berperan aktif dengan apa yang akan dikerjakannya. Minat belajar rendah dapat dipengaruhi dengan minat siswa, ini dapat diindikasikan dalam proses pembelajaran yang telah berlangsung.

Baca juga:  Bermain Peran Tentang Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Gallery Wall merupakan salah satu dari beberapa metode pembelajaran dalam pelajaran SBdP yang kondusif dan aktif. Gallery Wall terdiri atas dua kata yaitu Gallery dan Wall. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan produk, karya atau gagasan kepada khalayak ramai. Sedangkan Wall artinya dinding. Metode Gallery Wall pada peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan dengan mengamati dan membuat segala peragaan/benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan yang sesuai. Tahapan-tahapan pembuatan metode Gallery Wall siswa, pertama, membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan dua hingga empat orang. Kedua, memberikan kertas karton/plano kepada setiap kelompok. Ketiga, menentukan topik atau tema pelajaran. Keempat, memerintahkan tiap kelompok untuk mendiskusikan apa yang didapatkan oleh para anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti. Kelima, memerintahkan mereka untuk membuat sebuah daftar pada kertas yang telah diberikan yang berisi hasil pembelajaran dan memerintahkan juga untuk memberikan judul atau menamai daftar tersebut. Keenam, memerintahkan setiap kelompok untuk menempel hasil kerjanya di dinding. Ketujuh, memerintahkan mereka untuk berputar mengamati hasil kerja kelompok lain. Kedelapan, meminta salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain. Kesembilan, meminta siswa bersama-sama untuk mengoreksi hasil kerja kelompok lain. Kesepuluh, memberikan klarifikasi dan penyimpulan.

Baca juga:  Membaca Teks Recount Dengan Memotret Cerita Bergambar

Hasil dari penggunaan metode Gallery Wall dapat mengubah dan meningkatkan motivasi belajar siswa di antaranya adalah dapat membiasakan siswa bersikap menghargai dan mengapresiasi hasil belajar kawannya, mengaktifkan fisik dan mental siswa selama proses belajar, membiasakan siswa memberi dan menerima kritik. (ce3/ida)

Guru SDN 02 Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya