alexametrics

Tingkatkan Efektivitas Belajar di Luar Kelas dengan Blended Learning

Oleh : Sriyanah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 mulai mewabah di Indonesia yakni pertengahan Maret 2020. Hal ini membuat semua serba terbatas. Mulai dari bekerja, sekolah, maupun aktivitas sehari-hari yang harus dilakukan di rumah. Pandemi ini sangat berpengaruh besar pada dunia pendidikan karena siswa diharuskan untuk belajar mengajar dari rumah sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

Permasalahan yang menimpa peserta didik kelas 5 SDN Blado 01 antara lain yakni setiap peserta didik belum tentu mempunyai alat komunikasi yang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM). Faktor ekonomi orang tua sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan KBM di rumah. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini berdampak pada tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan terjadinya anak stres, karena tidak dapat berinteraksi dengan guru, teman, dan lingkungannya.

Baca juga:  Daring Menarik dengan Powerpoint Digital Storytelling

Melihat keadaan ini, penulis menerapkan metode blended learning (belajar bauran) yang bertujuan membantu percepatan proses pembelajaran dengan melibatkan aktivitas siswa secara interaktif dengan dibantu fasilitas multimedia secara online. Adapun karakteristik dari blended learning yaitu, pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. Sebagai kombinasi pendidikan langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online. Metode ini menggunakan berbagai media dalam cara penyampaian, gaya pembelajaran, dan model pengajaran. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran secara tatap muka dan daring yaitu, pertama, lakukan analisis. Dalam merencanakan kegiatan blended learning, mulailah dengan menganalisis karakteristik peserta didik, materi, dan langkah-langkah yang akan dilakukan saat pembelajaran tatap muka dan daring. Kedua, buatlah rancangan model blended learning. Sistem sosial antara guru dan peserta didik, gambaran reaksi cara guru mengajar dan respons terhadap peserta didik, sistem pendukung untuk memaksimalkan pelaksanaan blended learning, serta evaluasi hasil belajar. Ketiga, merancang materi pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah merancang materi pembelajaran. Saat merancang materi, konten harus berisi tentang profil guru, deskripsi mata pelajaran, capaian pembelajaran, cara belajar, penilaian, dan sumber atau referensi materi. Keempat, panduan blended learning untuk guru dan peserta didik, memberikan penjelasan peran guru dalam merespons peserta didik, dan peran peserta didik dalam melaksanakan kewajiban dan tugas pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Nilai Pancasila Menyenangkan dengan Make a Match

Dengan penerapan metode blended learning, harapan penulis adalah memberikan kesempatan yang terbaik untuk belajar dari kelas transisi ke e-learning. Blended learning melibatkan kelas (atau tatap muka) dan belajar online. Metode ini sangat efektif untuk menambah efisiensi untuk kelas instruksi dan memungkinkan peningkatan diskusi atau meninjau informasi di luar ruang kelas. (ce3/ida)

Guru SDN Blado 01, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya