alexametrics

Melakukan Eksperimen Fisika dari Rumah

Oleh : Nur Mutmainah, S.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem daring saat ini telah berlangsung hampir satu tahun pembelajaran. Ketentuan dari pembelajaran daring telah diatur dalam Permendikbud Republik Indonesia melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang batasan-batasan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Yaitu pertama siswa-siswi tidak dibebankan tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas. Kedua, pembelajaraan dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa-siswi. Ketiga, fokus dalam pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai Covid-19. Empat, tugas dan kegiatan disesuaikan dengan minat dan kondisi siswa, serta mempertimbangkan kesenjangan akses fasilitas belajar di rumah. Kelima, bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dari guru, tanpa harus berupa skor/nilai kuantitatif.

Mapel sains terutama fisika tidak lepas dari eksperimen. Karena dengan eksperimen siswa akan dilatih berpikir kritis dalam menganalisis kejadian, melakukan hipotesis, research, problem solving untuk menemukan jawaban dari rasa keingintahuan mereka terhadap sesuatu subjek pengetahuan.

Baca juga:  Gerakkan Tubuhmu

Trianto (2012 : 136) menyebutkan ilmu pengetahuan alam (sains) adalah kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti obsevasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, dan jujur.

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, eksperimen sulit dilakukan. Karena biasa dilakukan di ruang laboratorium di sekolah dengan fasilitas dan alat-alat praktikum di laboratorium. Lalu bagaimana eksperimen tetap dilakukan meskipun pembelajaran di rumah?

Penulis mencoba berbagai cara melakukan eksperimen fisika yang dapat dilakukan di rumah. Dalam hal ini guru meminta siswa melakukan eksperimen sederhana terkait dengan sub materi yang kejadiannya dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti materi listrik statis, hukum-hukum dalam fluida statis, elastisitas, hukum Newton dan sebagainya.

Alat yang dibutuhkan untuk melakukan eksperimen tersebut mudah dicari di lingkungan tempat tinggal dengan pengamatan secara kualitatif. Hasil eksperimen berupa video atau foto dengan disertai deskripsi singkat konsep keilmuan yang diperoleh dari eksperimen yang telah dilakukan. Melakukan eksperimen menggunakan simulasi PhET.

Baca juga:  Meningkatkan Self Management dalam Belajar melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modelling

Siswa melakukan eksperimen secara virtual menggunakan virtual PheT sebagai pengganti alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak. Aplikasi ini dapat diakses dengan HP android/smartphone dan komputer yang terhubung dengan internet. Sebelum peserta didik melakukan eksperimen virtual ini, guru dapat memberikan panduan eksperimen berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) secara online.
Hasil eksperimen adalah data kuantitatif dan kualitatif yang dapat dianalisis oleh siswa dan didiskusikan dengan guru mapel. Melakukan eksperimen fisika dengan smart phone melalui aplikasi Phyphox. Aplikasi Phyphox ini dibuat oleh Institut Fisika 2 dari Universitas RWTH Aachen yang terletak di Jerman.

Aplikasi ini dapat ditemui pada android atau iphone serta dapat diunduh melalui laptop atau komputer (PC). Dengan Phyphox, seorang guru tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan materi. Aplikasi ini dapat digunakan mengukur percepatan, medan magnet, suara, lokasi, dan mungkin lebih karena dalam android atau iphone terdapat sensor-sensor internal yang dapat menangkap sinyal-sinyal tersebut. Kemudian merekam, mengumpulkan dan menampilkannnya dalam bentuk grafik.

Baca juga:  Guru Matematika Harus Punya Hubungan yang Harmonis dengan Siswa

Meskipun belum familiar tetapi aplikasi Phyphox ini sangat menarik untuk dipelajari dan cocok untuk diterapkan pada pembelajaran dengan eksperimen di sekolah. Keunggulannya, dapat dimiliki tanpa harus membayar. Kekurangannya, beberapa simulasi di Phyphox ini tidak dapat disimulasikan apabila android atau iphone tidak memiliki sensor-sensor yang akan digunakan dalam simulasi tersebut.
Dengan teknologi canggih seperti sekarang ini, seharusnya kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran jarak jauh ini dapat teratasi. Namun demikian penggunaan teknologi tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan latar belakang peserta didik, yang pasti tidaklah selalu sama di setiap tempat. (pm2/lis)

Guru Fisika SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya