alexametrics

Bikin Senang Belajar Matematika dengan Metode PMR, Dunianya Riil

Oleh: Tusono, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi timbale balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Demi membantu siswa mencapai standar ketuntasan belajar minimal, tentunya Anda sebagai guru harus bisa membangkitkan motivasi para murid agar lebih semangat lagi dalam belajar. Sebab jika ternyata, kebanyakan murid di sekolah belajar karena mereka “dipaksa”, bukan karena mereka ingin belajar.

Salah satu cara membangkitkan motivasi siswa agar lebih giat belajar adalah dengan menjelaskan betapa pentingnya pelajaran tersebut di masa depan. Faktanya, tidak banyak siswa di Indonesia yang mengerti manfaat dari materi yang mereka pelajari di sekolah. Hal ini terjadi juga pada peserta didik kelas 6 SDN Kebonagung Kecamatan Kajen, masih banyak peserta didik yang tidak menyukai atau mengikuti Matematika. Sehingga hasil ulangan harian rata-rata siswa dibawah KKM kelas. Dengan alasan guru dalam memberikan materi dengan metode apa adanya, ceramah saja.

Baca juga:  Home Visit Alternatif Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19

Kita tahu bahwa pelajaran matematika dipenuhi dengan konsep-konsep abstrak. Penjumlahan, perkalian, dan istilah matematika lain, termasuk bilangan sendiri adalah buah dari kesepakatan. Sedangkan dari konsep yang abstrak itu, siswa diharuskan menerapkan dalam kehidupan nyata. Inilah alasan pentingnya guru menerapkan pembelajaran yang real/konkrit saat belajar matematika.Pembelajaran matematika realistik atau Realistic Mathematics Education (RME) atau Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). PMR adalah sebuah pendekatan pembelajaran matematika yang dikembangkan Freudenthal diBelanda. Matematika bagi siswa adalah mata pelajaran yang sulit, tetapi setelah penulis menerapkan metode PMR siswa semakin bersemangat belajar. Karena siswa diajak belajar dengan dunia nyata, artinya penerapan pembelajaran matematika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Menguatkan Semangat Belajar Siswa dengan Aplikasi Kine Master

Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan PMR sebagai berikut : Pertama, Memahami masalah kontekstual. Guru memberikan masalah kontekstual sesuai dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari siswa. Kemudian meminta siswa untuk memahami masalah yang diberikan tersebut. Jika terdapat hal-hal yang kurang dipahami oleh siswa, guru memberikan petunjuk seperlunya terhadap bagian-bagian yang belum dipahami siswa. Kedua, Menyelesaikan masalah kontekstual. Siswa mendeskripsikan masalah kontekstual, melakukan interpretasi aspek matematika yang ada pada masalah yang dimaksud, dan memikirkan strategi pemecahan masalah, selanjutnya siswa bekerja menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya, sehingga dimungkinkan adanya perbedaan penyelesaian siswa yang satu dengan yang lainnya Ketiga, Membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Guru menyediakan waktu dan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban mereka secara berkelompok, selanjutnya membandingkan dan mendiskusikan pada diskusi kelas. Keempat, Kesimpulan.

Baca juga:  Mengoptimalkan Pembelajaran Greeting melalui Lagu

Dengan metode PMR, Matematika bukan tempat memindahkan matematika dari guru kepada siswa melainkan dari tempat siswa menemukan kembali ide dan konsep, melalui eksplorasi masalah-masalah nyata. Dan dengan PMR dapat memberikan pengertian yang jelas kepada siswa tentang kehidupan sehari-hari, memberikan pengertian yang jelas kepada siswa bahwa proses pembelajaran merupakan sesuatu yang utama dengan menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan bantuan guru. (ce4/zal)

Guru SDN Kebonagung, Kab Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya