alexametrics

Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis E-Learning

Oleh: Dra. Sri Wahyudin Syamsiyah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PJJ atau pembelajaran jarak jauh merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sebagai solusi pelaksanaan pembelajaran sekolah di masa pandemi Covid-19. Guru dan pendidik sebagai elemen penting dalam pengajaran diharuskan melakukan migrasi besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumya dari pendidikan tatap muka tradisional ke pendidikan online atau pendidikan jarak jauh (Bao, 2020; Basilaia & Kvavadze, 2020).

Terkait hal tersebut, siap atau tidak, guru dituntut menyesuaikan diri dengan memanfaatkan teknologi informatika. Menurut Williams/Sawyer (2007), teknologi informatika yang dalam bahasa Inggris disebut information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Didukung dengan teknologi 4.0 yang telah ada mustinya hal tersebut bukan hal yang sulit.

Media pembelajaran turut mengalami perkembangan dengan berbasis teknologi yaitu e-learning yang telah dilakukan SMPN 41 Semarang. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran oleh Michael (2013) disebut e-learning. Karakteristik e-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah memanfaatkan jasa teknologi elektronik; memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks); menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer. Sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar IPS dengan STAD

Manfaat e-learning yaitu lebih fleksibel, mendorong kemandirian belajar siswa, dan efisiensi biaya tentu jika dimanfaatkan dengan positif. E-learning tentu juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan E-learning menurut Sujana (2005) yaitu memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media.

Kekurangan e-learning menurut L. Gavrilova (2006) yaitu membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Jika sebelum pandemi e-learning hanya memanfaatkan sistem elektronik secara sederhana, saat ini lebih kompleks. Infrastruktur yang mendukung e-learning di masa PJJ sangat banyak, seperti berbagai fitur yang disediakan Google (Google classroom, Google meet); Zoom; Whatsapp; Zenius; Microsoft; dll.

Aplikasi-aplikasi tersebut dapat mengirim pesan teks, gambar, video, file, bahkan mengadakan kelas tatap muka secara tidak langsung. Transfer pengetahuan antara guru dan siswa secara face to face melalui video teleconference tersedia gratis, tentu dengan berbagai ketentuan dari pihak aplikasi. Platform tersebut menjadikan pendidik dan peserta didik untuk bertemu dan berinteraksi secara virtual dengan fasilitas pesan instan dan kegiatan presentasi (Wiranda & Adri, 2019).
Segala aktivitas pembelajaran mulai dari pemberian materi, diskusi, dan penugasan dapat dilakukan. Selain itu, salah satu saluran pertelevisian nasional di Indonesia menyediakan konten-konten edukasi yang disesuaikan masing-masing jenjang pendidikan yaitu TVRI. PJJ berbasis e-learning menurut Firman dan Rahayu (2020) dapat melatih kemandirian belajar siswa kaitannya dengan perilaku belajar observasional.

Baca juga:  Kembangkan Aplikasi Pembelajaran untuk Mempermudah Belajar Siswa

Beragam manfaat dapat diperoleh oleh guru dan siswa SMPN 41 Semarang. Tentu disertai beragam kendala yang dirasakan baik guru maupun siswa. Kendala yang dihadapi yaitu kondisi wilayah yang berbeda-beda. Tidak semua wilayah di mana siswa tinggal terjangkau internet. Kendala lain adalah kemampuan orangtua memberikan fasilitas berbasis teknologi kepada anaknya. Mengingat pandemi telah melumpuhkan perekonomian beberapa orangtua siswa.
Perlu dipahami bersama bahwa pandemi ini tidak diketahui kapan berakhirnya, maka berbagai kendala tersebut harus tetap dievaluasi guna memperoleh hasil belajar yang lebih baik di masa mendatang. Kuncinya adalah melakukan PJJ sesuai kondisi setempat. (pg2/lis)

Guru IPS SMPN 41 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya