alexametrics

Belajar Bangun Ruang Menggunakan Media Papercraft Sangat Menyenangkan

Oleh : Eko Rismi Haryanti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran bangun ruang mata pelajaran matematika di SD khususnya kelas VI meliputi beberapa tahapan. Dimulai dari pengenalan bangun ruang, unsur-unsur bangun ruang, nama bangun ruang, ciri-ciri bangun ruang, rumus-rumusnya dan juga volumenya.

Pengenalan bangun ruang memang sudah diberikan mulai kelas III. Dari bangun ruang yang sederhana dan terus bertambah di kelas IV dan kelas V tetapi masih terbatas. Di kelas VI bangun ruang yang dipelajari lebih banyak lagi yaitu tabung, limas, prisma, kerucut dan bola.

Model pembelajaran yang digunakan dalam pelajaran bangun ruang saat ini guru menggunakan model daring. Tapi dalam praktik pembelajaran bangun ruang di kelas VI SDN Wonotunggal 03 Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang menggunakan media papercraft dan langsung dipraktikkan siswa.

Papercraft adalah seni membuat objek dari bahan dasar kertas dengan cara menggunting, melipat, menempel, pola yang telah di desain hingga menjadi bentuk yang di inginkan. Papercraft ini pengembangan dari seni origami. Tapi bentuk papercraft menyerupai bentuk aslinya (Hasan, 2021). Dalam penerapan media papercraft proses pembelajarannya hanya menggunakan media kertas karton warna atau kertas manila. Disesuaikan dengan tema bangun ruang yang dipelajari. Alat lain yang digunakan adalah gunting, penggaris, lem, dan lembar kegiatan siswa.

Baca juga:  Membentuk Karakter Siswa di Masa Pandemi

Tahap proses pembelajarannya yang pertama persiapan, siswa dibagi menjadi menjadi beberapa kelompok yang anggotanya 3 sampai 5 siswa. Siswa mulai menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, yaitu kertas karton atau manila, penggaris, pensil, gunting, dan lem.

Tahap kedua siswa mengambil bahan papercraft dan membuat pola jaring-jaring bangun ruang, menggunting pola jaring-jaring bangun ruang limas, prisma, tabung, kerucut. Kemudian melipat dan menempel pola sampai terbentuk bangun ruang yang di inginkan. Hasil karya siswa digunakan untuk kegiatan pembelajaran kontekstual. Materi bangun ruang mulai ciri-ciri bangun ruang dengan melihat contoh nyata sekaligus juga penerapan konsep volume mulai pengertian, volume sampai rumusnya.

Tahap yang ketiga yaitu pengembangan materi. Pengembangan materi ini terdiri dari ciri-ciri dari berbagai bangun ruang dilihat dari sisi, rusuk, dan juga titik sudutnya. Memberikan pertanyaan misalnya berapa jumlah sisi, rusuk dan titik sudut dari bangun prisma segilima, kerucut, limas segitiga. Siswa juga diminta mengisi tabel yang sudah disediakan dan siswa diminta langsung menghitung sendiri unsur bangun ruang yang ditanyakan. Sehingga siswa bisa menemukan jawaban sendiri. Tahap yang ke empat yaitu penutup. Kegiatan pada tahap ini adalah refleksi. Dimulai dengan kegiatan umpan balik. Dalam kegiatan ini guru hanya sebagai fasilitator dan memberi kesimpulan dan penguatan dari hasil karya bangun ruang yang dibuat siswa.

Baca juga:  Menarik Minat Belajar Aksara Jawa dengan Game Maze Chase

Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru memberikan tugas membuat bangun ruang yang lain dengan yang dibuat tadi. Penggunaan media papercraft bangun ruang pada kegiatan membuat pola menggunting, melipat, menempel dengan bahan kertas karton atau manila, sangat bermanfaat bagi siswa untuk melatih motorik halus, siswa juga bisa belajar berkreasi dan berimajinasi.

Manfaat lainnya sebagai sarana pengembangan karakter sabar, teliti, tekun dan bisa bekerja sama. Yang lebih penting lagi siswa dapat belajar memahami konsep bangun ruang secara mudah dan jelas juga menyenangkan. (ti1/lis)

Guru SDN Wonotunggal 03, Kec. Wonotunggal, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya