alexametrics

Gali Materi Interaksi Makhluk Hidup melalui Discovery Learning

Oleh : Darwati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IMPLEMENTASI Kurikulum 2013 menurut Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses menggunakan tiga model pembelajaran. Ini diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik serta mengembangkan rasa keingintahuan peserta didik. Salah satu di antaranya adalah model discovery learning.

Model pembelajaran ini mengarahkan peserta didik untuk memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif sampai kepada suatu kesimpulan. Penemuan konsep ini tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi peserta didik didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dan dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri. Kemudian mengorganisasi atau mengonstruksi apa yang mereka ketahui dan pahami dalam suatu bentuk akhir. Hal tersebut terjadi apabila peserta didik terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.
Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferring. Proses di atas disebut cognitive process. Sedangkan discovery adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Malik, 2001:219).

Baca juga:  Demonstrasi Memudahkan Siswa dalam Pembelajaran Materi Haji

Penggunaan Discovery Learning ingin mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi lebih aktif kreatif. Mengubah pembelajaran teacher oriented ke student oriented. Mengubah peserta didik hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus discovery peserta didik menemukan informasi sendiri.

Dalam discovery learning, bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir. Peserta didik dituntut melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan. Proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif, jika guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. Pada akhirnya yang menjadi tujuan dalam discovery learning adalah hendaknya guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientist dan melalui kegiatan tersebut peserta didik akan menguasai, menerapkan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya (Budiningsih, 2005:41).

Baca juga:  Cara Mudah Belajar Menyajikan Teks Cerpen

Penerapan model discovery learning di SMPN 3 Pemalang pada mata pelajaran IPA kelas VII semester genap terutama pada KD 3.7 menganalisis interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan serta dinamika populasi akibat interaksi, maka kegiatan pembelajaran tersebut harus mengikuti enam langkah sintaks discovery learning. 1) Stimulation, pada tahap ini peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. 2) Problem statement. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Peserta didik diminta membuat hipotesis atau jawaban sementara atas pertanyaan yang mereka rumuskan. 3) Data Collection. Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan. Informasi ini diperoleh melalui kegiatan membaca literatur, mengamati pola-pola interaksi. Kegiatan di atas dilakukan untuk membuktikan kebenaran hipotesis. 4) Data Processing. Pada tahap ini peserta didik mengolah informasi yang diperoleh dengan cara memperhatikan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kegiatan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari bahan bacaan dan pengamatan. 5) Verification. Pada tahap ini peserta didik membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah dirumuskan dengan cara mencocokkan rumusan hipotesis tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan dengan informasi yang berhasil ditemukan apakah sesuai atau tidak. 6) Generalization. Pada tahap ini peserta didik menyimpulkan bahwa interaksi makhluk hidup dengan lingkungan akan terbentuk suatu pola interaksi antara lain: Netralisme, Predasi, Kompetisi, Simbiosis dan Antibiosis. Dengan menggunakan model Discovery Learning sangat efektif diterapkan pada pembelajaran jarak jauh seperti saat sekarang ini. (pg2/ida)

Baca juga:  Meningkatkan Kreativitas Berpikir Siswa dengan Model Mind Mapping

Guru IPA SMPN 3 Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya