alexametrics

WhatsApp Auto Reply memudahkan Siswa Selama Pembelajaran Daring

Oleh : Fitriana Prahutri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Memasuki era new normal, kini aktivitas sehari-hari sudah kembali dilakukan dengan mengedepankan prokes. Seperti mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak serta menghindari kerumunan. Namun dalam bidang pendidikan khususnya demi menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa, sekolah masih menerapkan sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung.
Sistem ini juga dikenal dengan sistem pembelajaran daring. Istilah daring merupakan akronim dari “dalam jaringan” yaitu suatu kegiatan yang memanfaatkan internet.

Menurut Bilfaqih dan Qomarudin (2015:1) pembelajaran daring merupakan program pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas . Sementara menurut Permendikbud No. 109/2013 pendidikan jarak jauh adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai komunikasi.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan pembelajaran daring atau e-learning adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial, tanpa melakukan tatap muka. Tetapi menggunakan media elektronik yang telah tersedia, memudahkan siswa untuk belajar kapanpun dimanapun.

Baca juga:  Belajar Pecahan dengan Tutor Sebaya

SMK Negeri 1 Windusari adalah salah satu sekolah yang masih menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Karena itu guru harus lebih kreatif agar para siswa tidak merasa jenuh. Yang paling utama adalah seluruh siswa bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh tanpa terkecuali.

Salah satu kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran daring di SMKN 1 Windusari khususnya siswa jurusan kelistrikan adalah pada saat pelaksanaan tes secara on line. Siswa harus membuka alamat link tertentu untuk mengerjakan ulangan, baik ulangan harian ataupun ulangan yang tengah semester yang sebagian besar dalam bentuk pilihan ganda.

Permasalahan ini diakibatkan banyak siswa yang hanya bisa membuka aplikasi tertentu saja seperti WhatsApp ataupun Facebook sesuai paket kuota yang mereka beli karena keterbatasan ekonomi ataupun jaringan. Untuk itu guru diharapkan bisa memberdayakan kedua aplikasi ini sebagai salah sarana pembelajaran secara daring khususnya dalam mengerjakan soal latihan atau soal soal ulangan.
Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah WhatsApp Autoreply. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk mengerjakan soal secara otomatis dan bisa mengetahui nilai setelah mengerjakan soal secara keseluruhan. Cara menggunaan Whatsapp Autoreply ini pertama kali guru membuka spreadsheet terlebih dahulu kemudian menuliskan petunjuk, info, soal serta score yang akan didapat dan beberapa ketentuan lain dari soal. Kemudian buka aplikasi Whatsapp Auto dan mengatur pilihan jawaban otomatis sesuai yang diinginkan, pilih spreadsheet untuk melakukan sinkronisasi dan menambahkan/edit kontak yang diinginkan. Terutama kontak siswa yang masuk dalam grup pembelajaran sehingga otomatis siswa yang masuk dalam grup kelas mapel tertentu bisa terkoneksi.

Baca juga:  Metode Card Sort Efektif Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa

Dalam hal ini hanya guru yang instal dan setting WA Auto sedangkan siswa menggunakan WA biasa. Setelah muncul hasil sinkronisasi kemudian beralih ke WA biasa dan infokan melalui grup pembelajaran bahwa akan dilaksanakan ulangan pada waktu yang sudah ditentukan.

Agar siswa dapat mengerjakan soal,siswa diharuskan mengirim pesan “INFO” kepada kontak guru dan ikuti perintah selanjutnya sesuai pesan yang diterima melalui WA. Siswa tetap mengerjakan soal meskipun salah menjawab sampai soal habis. Jika respon lama bisa di-off on-kan dan lakukan sinkronisasi pada bagian jawab otomatis. Setelah selesai mengerjakan soal secara keseluruhan maka akan didapatkan skor masing-masing siswa.

Dengan aplikasi ini siswa tetap dapat mengikuti ulangan tanpa harus mengakses link tertentu hanya dengan menggunakan WA yang sudah biasa digunakan dalam keseharian siswa.
Pengunaan WhatsApp Auto sangat bermanfaat sekali dalam pembelajaran daring dan memudahkan siswa kelas XII TITL untuk mengerjakan soal karena aplikasi lebih mudah diakses tanpa masuk pada alamat link tertentu. Sehingga lebih mudah menggunakannya. Namun demikian guru harus sedikit bekerja keras untuk merekap nilai dari keseluruhan siswa satu persatu tidak bisa secara otomatis seperti penggunaan google form. (pm1/lis)

Baca juga:  Character Building melalui Minggu Bercerita

Guru Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 1 Windusari, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya