alexametrics

Pengaruh Gaji Terhadap Passion dan Expertise Guru

Oleh : Hidayah Uswatun Kasanah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Suatu pilihan dalam peribahasa Jawa butuh perenungan, “dadi guru atau guru dadi” bisa ditafsirkan menjadi guru yang sekadar mengesahkan gaji atau menjadi guru yang punya passion. Menurunnya passion (greget/gairah/semangat) terjadi karena salah satunya tuntutan ekonomi. Expertise (keahlian) menurun karena guru malas meng-upgrade diri, hingga potensi akademik yang dimiliki monoton.

Kualitas pembelajaran yang masih jauh dari di bawah kata sempurna menjadikan usaha pembangunan sumber daya manusia berjalan dengan lambat (Charron et al., 2013). Di era milenial seperti saat ini pendidikan menempati posisi yang sangat penting dalam perkembangan manusia (Sarica & Cavus, 2009).

Dalam penelitian Ristianti (2019) menyebutkan pendidikan di Indonesia sedang berkembang dari era revolusi industri 4.0 menjadi social education 5.0. Di dalamnya mengisyaratkan agar penerapan pendidikan harus dilakukan dengan demokratis serta berkeadilan dan tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, serta kemajemukan bangsa (Parker & Raihani, 2011).

Baca juga:  Menulis Narasi Lebih Mudah dengan Media Gambar Seri

Guru di Indonesia harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yakni mampu mengartikulasi dan mencapai tujuan pendidikan, sehat jasmani serta rohani, dan mempunyai kompetensi sebagai agen pembelajaran (Blazar & Kraft, 2017).

Dari berbagai pendapat ahli disimpulkan sebuah tantangan jajaran profesi pendidik, guru di Indonesia harus punya passion untuk berinovasi menemukan cara mengajar terbaik bukan mengejar materi sehingga didapatkan expertise seorang guru.

Untuk mendapatkan expertise, guru dengan hasil akademik yang baik dan passion tinggi mengajar butuh proses panjang. Gaji yang tinggi bagi guru dan dana yang berlimpah akan mampu menarik guru dengan kualifikasi baik namun tidak untuk passion mengajar.

Gaji yang sangat tinggi akan mengundang juga lulusan terbaik tapi tidak tidak menjamin memiliki passion untuk mengajar. Bahkan mereka yang passionate mengajar bisa banyak tersingkir oleh para pengejar materi.

Baca juga:  Kiat Menuju Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Orang yang hanya mengejar materi akan mempengaruhi kualitas pendidikan karena tidak akan tertarik untuk terus belajar dan bekerja keras demi memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didiknya. Mereka hanya akan mengerjakan tugas sebatas apa yang diminta dan lebih ke arah result oriented bukan process oriented. Passion untuk menjadi expertise akan sangat berguna karena tidak semua manusia sama dan membutuhkan cara pengajaran yang berbeda.

Seseorang yang hanya tertarik gaji besar tidak akan berusaha untuk mencari cara terbaik agar semua peserta didiknya mendapatkan manfaat yang sama dari pengajarannya. Sebab hal itu hanya menambah beban dan mungkin membutuhkan biaya pribadi tanpa memberikan tambahan gaji kepadanya.

Seorang guru yang menemukan ada peserta didiknya yang tidak bisa mendapatkan pengalaman belajar sempurna di kelas, maka dia akan berusaha mencari inovasi teknik mengajar. Berkonsultasi bahkan mengikuti pelatihan demi mendapatkan ide untuk berinovasi. Bayangkan, betapa berdedikasinya mereka hanya demi satu peserta didik di kelas. Tindakan yang passionate ini akan menyentuh peserta didiknya. Dan tentu saja banyak peserta didik juga akan memiliki passionate yang tinggi untuk mengajar serta menjadi inspirasi bagi peserta didik lain. Sentuhan seperti itu akan dikenang sepanjang zaman oleh peserta didik dalam menjalani hidup dan kehidupannya setelah melewati bangku sekolah.

Baca juga:  Pengaruh Positif dan Negatif Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan di SD

Sehingga walau gajinya tidak tinggi, profesi guru sangatlah mulia. Kita bangsa Indonesia mempunyai bapak pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara, kenapa kita tidak bisa menganut dan menerapkan justru malah digunakan negara lain.

Kenapa justru terbalik kita harus belajar dari negara lain? Itulah sistem yang butuh kita benahi dari generasi penerus bangsa melalui passion seorang guru. (pm1/lis)

Guru SMKN 1 Windusari, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya