alexametrics

Story Mapping : Tingkatkan Pemahaman Membaca Narrative Text

Oleh : Nurfiah Sukaryati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun komunikasi yang efektif baik secara lisan maupun tulisan. Penggunaan bahasa yang tepat akan memudahkan seseorang dalam menyampaikan gagasan, ide, maksud maupun tujuannya. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa menjadi sangat penting untuk membekali peserta didik agar memiliki kemampuan berbahasa yang cakap, sehingga menjadi bekal awal untuk berinteraksi dan berkomunikasi di era globalisasi yang menuntut kemampuan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris ada empat keterampilan yang harus dikuasai peserta didik yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan itu merupakan dasar dari keterampilan berbahasa yang saling mendukung satu sama lain. Tekun membaca dan menulis merupakan salah satu cara yang dapat digunakan peserta didik untuk belajar bahasa dengan lebih cepat.
Salah satu materi membaca teks pada pelajaran bahasa Inggris kelas IX jenjang SMP adalah materi membaca narrative text. Narrative text adalah teks yang menceritakan sesuatu yang imaginatif atau khayalan belaka. Tujuan teks ini untuk menghibur pembaca dan juga untuk mengajarkan pesan moral. Bagi sebagian peserta didik materi narrative text bukanlah materi yang mudah dipahami. Hal ini terjadi khususnya di SMPN 3 Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.

Baca juga:  Daring Menyenangkan dengan Crossword Puzzle

Para peserta didik umumnya mengalami kesulitan dalam memahami narrative text. Dengan tingkat literasi membaca yang masih kurang, jangankan memahami teks cerita bahasa asing, sedangkan teks cerita negeri sendiri saja sangat sedikit yang tertarik untuk membacanya. Oleh karena itu menjadi tantangan bagi penulis untuk bisa menyajikan teknik dan strategi yang tepat untuk menarik peserta didik dalam pembelajaran narrative text.

Salah satu teknik pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya materi narrative text adalah story mapping. Story mapping merupakan teknik mencatat ide ke dalam visual grafik. Teknik ini mulai dikembangkan pada tahun 1970-an yang didasari dengan cara kerja otak. Teknik story mapping meyakini bahwa otak sering digunakan untuk mengingat informasi dalam bentuk diagram, simbol, gambar, dan bentuk-bentuk visual (Porter & Hernacki, 2001:152).

Baca juga:  Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Idol & Croll (1987) mengartikan story mapping technique sebagai prosedur yang membantu pemula dalam mengenal kerangka dasar cerita naratif untuk meningkatkan pemahaman teks mereka. Story mapping membantu peserta didik memahami bacaan yang sedang dibacanya melalui bagan-bagan informasi yang ada dalam suatu cerita. Di antaranya orientation, complication, resolution dan reorientation. Karena story mapping merupakan teknik pembelajaran yang menggunakan graphic organizer untuk membantu peserta didik belajar unsur-unsur dari sebuah cerita. Menurut Roberts (2007:68), graphic organizer is useful because it breaks a large topic into manageable sections. It helps students analyze a topic, then organize their ideas.

Ada beberapa langkah penerapan story mapping dalam pembelajaran narrative text di antaranya sebagai berikut : sebagai persiapan guru mempersiapkan story map yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut. Dalam hal ini guru merupakan role model bagi peserta didik.

Baca juga:  Penggunaan Media Gambar atau Poster Efektif untuk Pahami PAI

Sebelum peserta didik mulai membaca, tunjukkan story map yang akan digunakan dalam diskusi materi bacaan tersebut. Pada saat sesi membaca, gunakan story map untuk membaca cerita dengan bersuara, sehingga peserta didik dapat mengikuti model yang dilakukan guru.

Setelah sesi membaca, peserta didik dapat mereview story map yang sudah disusun dengan dibantu guru. Dengan teknik story mapping ini, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dalam membaca narrative text. Dengan demikian, peserta didik dapat dengan mudah memahami unsur-unsur cerita dalam suatu narrative text, seperti character (tokoh), setting (tempat dan waktu), conflict (konflik/permasalahan), resolution (penyelesaian masalah) dan moral value (pesan moral) yang ada dalam cerita tersebut. Dengan demikian, diharapkan prestasi belajar peserta didik khususnya untuk materi narrative text juga akan meningkat. (pm1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 3 Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya