alexametrics

Meningkatkan Kualitas Belajar dalam Situasi Pandemi Covid-19

Oleh : Agus Widiyanto, S. Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 di Indonesia sudah satu tahun lebih. Dampaknya sangat luar biasa dan mempengaruhi berbagai bidang. Bidang pendidikan merupakan salah satu yang terkena dampak pandemi Covid-19 paling berat karena hampir semua sekolah tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai dari jenjang TK sampai Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, Kemdikbud mengeluarkan aturan agar pembelajaran tetap dilaksanakan melalui jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh ini membutuhkan handphone, komputer, jaringan sinyal dan lain-lain. Namun, tidak semua peserta didik memiliki fasilitas tersebut sehingga pemerintah memberikan bantuan kuota. Akan tetapi, hal tersebut masih kurang dalam meningkatkan kualitas belajar peserta didik.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis menyampaikan gagasan dalam meningkatkan kualitas belajar dalam situasi pandemi Covid-19 melalui berbagai strategi. Seperti yang diterapkan di SMAN 3 Salatiga. Strategi tersebut antara lain, yang pertama menggunakan platform seperti google classroom maupun LMS (Learning Management System), kedua menggunakan gamifikasi dalam pembelajaran dan yang ketiga mendorong peserta didik agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi. Ketiga strategi tersebut diterapkan untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Kegiatan belajar mengajar mendatang tidak semua peserta didik hadir di sekolah, maka diperlukan blended learning sehingga pembelajaran daring dan luring perlu adanya modifikasi sehingga kualitas belajar semakin meningkat.

Baca juga:  Belajar Flora dan Fauna dengan Membuat Kliping

Pertama, penggunaan platform atau LMS (Learning Management System) memudahkan koordinasi dengan peserta didik dalam penyampaian materi maupun tugas. Platform pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai guru, bisa mengkolaborasikan dua platform untuk saling melengkapi. Biasanya untuk memudahkan komunikasi dengan peserta didik, bisa menggunakan grup whatsapp. Adanya program Merdeka Belajar dari mas Menteri (Nadiem Makarim) memberikan kebebasan peserta didik belajar dari berbagai sumber. Hal itu, memicu guru mengembangkan kreativitas dan inovasi. Penyampaian materi pembelajaran di platform bisa melalui video, gambar, artikel dan lain-lain sehingga menimbulkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi peserta didik.

Kedua, penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran ini berdampak pada happy learning (pembelajaran yang menyenangkan). Menurut para ahli, gamifikasi merupakan suatu proses pengaplikasian unsur-unsur yang ada dalam game pada hal-hal non-konteks dengan tujuan memotivasi dan meningkatkan keterlibatan penggunanya. Contoh gamifikasi dalam pembelajaran adalah penggunaan aplikasi permainan yang mudah digunakan oleh peserta, seperti educandy, wordwall, baambozle dan lain-lain. Permainan dalam aplikasi tersebut bisa diterapkan di awal, kegiatan inti maupun akhir kegiatan. Adanya gamifikasi memicu persaingan yang sehat antar peserta didik. Kegiatan pembelajaran tidak hanya monoton dengang ceramah, namun adanya kegiatan yang variasi seperti gamifikasi ini justru timbul minat belajar peserta didik supaya mendapatkan skor permainan yang tinggi.

Baca juga:  Senangnya Belajar Irregular Verb dengan Flash Card

Ketiga, mendorong peserta didik agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi. Dalam masa pandemi Covid-19, adanya anjuran stay at home (tetap di rumah) berdampak pada akvitas belajar peserta didik. Peserta didik lama-kelamaan bosan belajar di rumah . Peran guru dan orang tua sangat penting dalam kemajuan belajar peserta didik sehingga dibutukan kerja sama yang komunikatif. Namun, di satu sisi banyak orang tua yang sibuk bekerja. Langkah mendorong peserta didik agar semangat belajar adalah menanamkan cita-cita yang tinggi dengan pondasi ketekunan belajar, membuat target keberhasil, bertanya pada guru jika belum paham dan sering berdiskusi dengan peserta didik lainnya melalui online. Selain itu, motivasi peserta didik perlu kita integrasikan pendidikan karakter agar sisi afektif pun tetap ada di dalam pembelajaran jarak jauh.

Baca juga:  Belajar Stoikiometri di Era PJJ Lebih Mudah dengan Camtasia

Implementasi ketiga strategi tersebut dalam meningkatkan kualitas belajar saat pandemi Covid-19 perlu kita integrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran sesuai kondisi sekolah masing-masing. Butuh kesabaran dan dukungan dengan berbagai pihak agar kualitas belajar peserta didik kian meningkat. Sikap kooperatif ini memang diperlukan dalam memantau aktivitas peserta didik agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Semoga pandemi Covid-19 tetap berlalu dan aktivitas sekolah berjalan lancar. (bs1/zal)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 3 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya