alexametrics

Sosiodrama Tingkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Peristiwa Rengasdengklok

Oleh : Dianti Prihatin S.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEBAGIAN besar siswa menganggap mata pelajaran IPS itu membosankan karena bersifat hafalan dan ingatan. Meski guru sudah menggunakan metode yang beragam, namun siswa kerap masih merasa bosan karena metode yang digunakan oleh guru tidak variatif. Akibatnya, tujuan pembelajaran belum tercapai secara maksimal. Begitu pula yang terjadi pada siswa SMPN 2 Comal kelas IX. Minat siswa mengikuti pembelajaran IPS masih rendah dan cenderung malas.

Untuk itu, penulis menerapkan metode sosiodrama pada kompetensi dasar (KD) 3.4 menganalisis kronologi, perubahan, dan kesinambungan ruang dari awal kemerdekaan sampai awal reformasi. Materi peristiwa Rengasdengklok. Metode pembelajaran sosiodrama memberikan suasana belajar yang interaktif, tidak monoton, memberikan keleluasaan berpikir pada siswa. Dengan begitu, siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Metode sosiodrama juga mampu merangsang keberanian siswa untuk berbicara dan tampil di depan kelas, sehingga rasa percaya diri siswa tumbuh.

Baca juga:  Belajar Mandiri dengan Membuat Kliping IPS

Menurut Abdul Rachman Saleh (2005:200), metode sosiodrama adalah salah cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (kehidupan sosial). Sedangkan tujuan metode sosiodrama dalam kegiatan pembelajaran adalah siswa mendapatkan keterampilan sosial sehingga diharapkan nantinya tidak canggung lagi menghadapi situasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi metode sosiodrama dalam materi Peristiwa Rengasdengklok di kelas IX, diawali dengan langkah pertama, siswa dibagi menjadi 4 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 8 siswa, sesuai dengan jumlah tokoh yang akan diperankan. Guru menjelaskan mengenai peranan-peranan yang dimainkan, bagaimana pelaksanaan sosiodrama dan tata cara pelaksanaan serta tugas siswa yang menjadi penonton. Tiap pemeran akan diberikan satu nama dada, misal Bung Karno, Bung Hatta, Sukarni, dan lain-lain. Langkah kedua, guru memberikan penjelasan bagaimana pentingnya materi yang akan diperankan. Guru memperkenalkan para tokoh dan memberikan gambaran dari TKP. Siswa diberikan keleluasaan untuk mengekspresikan, menggambarkan, mengungkapkan, suatu sikap yang dipikirkan seandainya ia menjadi tokoh yang diperankannya secara spontan. Langkah ketiga, satu kelompok melakonkan sosiodrama, 3 kelompok yang lain menjadi penonton dengan memperhatikan penampilan kelompok satu dan membuat catatan kecil. Kelompok yang bermain peran dipersilakan untuk mendramatisasikan masalah-masalah yang telah ditentukan sebelumnya selama 5-6 menit berdasarkan pendapat dan inisiatif siswa sendiri. Langkah keempat, melakukan diskusi. Setelah penampilan kelompok pertama, kelompok penonton harus memberian ulasan, saran atas penampilan kelompok pertama tadi, tentang bagaimana tingkah laku para pemeran dalam hubungannya dengan tema cerita Peristiwa Rengasdengklok. Diskusi tersebut berupa tanggapan, pendapat dan beberapa kesimpulan. Langkah kelima, permainan drama yang telah diperankan oleh beberapa anak sebelumnya kemudian diperankan kembali oleh beberapa siswa yang menjadi penonton, setelah didapat kesimpulan dari diskusi yang dipimpin oleh guru sebelumnya.

Baca juga:  Pupuk Semangat Belajar IPS di Tengah Pandemi

Hasil pembelajaran dengan metode sosiodrama membuat siswa lebih enjoy dalam pembelajaran, lebih aktif, mampu berpikir kritis dan sistematis, untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul di masyarakat, sesuai dengan pendapat Abdul Rahman Saleh (2005:200). Permainan peran menjadikan suasana kelas menjadi lebih hidup, siswa tertarik melihat adegan seperti keadaan sesungguhnya, sehingga siswa lebih dapat menghayati suatu peristiwa, mudah memahami, membanding-banding, menganalisa serta mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri. (ag1/ida)

Guru IPS SMPN 2 Comal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya