alexametrics

Metode PBM Tumbuhkan Semangat Belajar Bilangan Bulat Positif Negatif

Oleh: Sulastri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran matematika biasa dianggap susah dan sulit oleh siswa terutama siswa sekolah dasar. Setiap kegiatan pembelajaran matematika, siswa terlihat kurang semangat, bahkan terkesan merasa bosan dan jenuh. Hal ini tidak lepas dari pengamatan beberapa dewan guru bahkan menjadi bahan pembicaraan dan topik dalam perbincangan.

Hampir semua guru mengatakan hal yang sama. Permasalahan ini juga terjadi di kelas satu SDN 02 Semingkir, Kecamatan Randudongkal. Ketika pembelajaran matematika tentang bilangan bulat negatif dan positif berlangsung, banyak siswa yang tidak memperhatikan pelajaran.

Guru berupaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan harapan agar siswa senang mengikuti pembelajaran matematika. Istilah pembelajaran berbasis masalah (PBM) diadopsi dari istilah Inggris problem based instruction (PBI). Pengajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya.

Baca juga:  Tingkatkan Kreativitas Siswa dengan Belajar Reklame

Moffit (Depdiknas, 2002:12) berpendapat model pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan dalam memecahkan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran yang disampaikan guru.

Tan (2003) mengemukakan pendapatnya tentang model pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBM kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalkan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.

Kesimpulan pembelajaran melalui pendekatan PBM merupakan suatu rangkaian pendekatan kegiatan belajar yang diharapkan dapat memberdayakan siswa untuk menjadi seorang individu yang mandiri dan mampu menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya di kemudian hari. Dalam pelaksanaan pembelajaran, siswa dituntut terlibat aktif dalam mengikuti proses pembelajaran melalui diskusi kelompok.
Langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah (PBM) adalah langkah pertama siswa pada masalah, dalam hal ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam pemecahan masalah.

Baca juga:  Permainan Kuis Solusi Mengatasi Kebosanan Siswa saat Pembelajaran Daring

Kedua mengorganisasi siswa untuk siswa, dalam hal ini guru mengarahkan siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Ketiga membimbing pengalaman individual/kelompok, pada tahap ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dalam pemecahan masalah.
Langkah keempat mengembangkan dan menyajikan hasil karya siswa. Dalam hal ini guru mengajak siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai untuk dipresentasikan. Langkah kelima menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Guru membantu siswa melakukan refleksi dan mengevaluasi dalam penyelidikan yang telah siswa buat dan telah dipresentasikannya serta memberikan saran terhadap hasil siswa yang kurang sempurna.

Baca juga:  Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa lewat Sinema Konseling

Setelah guru kelas satu SDN 02 Semingkir, Randudongkal mengajar matematika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Siswa terlihat lebih semangat dan semua siswa ikut aktif dalam pembelajaran. Akhir dari pembelajaran matematika lebih meningkat dibandingkan sebelum menggunakan pembelajaran metode PBM. Di samping itu pembelajaran berbasis masalah sangat membantu siswa untuk ber- pikir kritis dan siap menghadapi masalah yang terjadi di lingkungannya. (ag1/lis)

Guru SD Negeri 02 Semingkir, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya