alexametrics

Belajar Efektif dengan Vian DIY pada Materi Dampak Sosial Informatika

Oleh: Hansen Lutfiartha, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASA pandemi belum berakhir, Pembelajaran Jarak Jauh atau yang lebih dikenal dengan PJJ terus dilakukan. Hampir seluruh wilayah di Indonesia masih menggunakan PJJ. Pembelajaran online atau dengan nama lain dalam jaringan (daring) adalah salah satu teknik PJJ. SMP Negeri 2 Pemalang menerapkan PJJ menggunakan daring.

Pembelajaran dilakukan menggunakan platform dari google, yaitu google classroom untuk manajemen kelas, google meet untuk tatap muka virtual dan google form untuk alat evaluasinya. Namun dalam pelaksanaanya banyak ditemui kendala, seperti kehadiran siswa yang tidak seratus persen, terlambat hadir, bangun kesiangan, kehabisan kuota, sinyal yang lemah dan sebagainya. Hal – hal tersebut sangat berpengaruh pada hasil pembelajaran, ada 71 persen nilai siswa yang dibawah KKM dikelas VII H SMP Negeri 2 Pemalang pada pokok bahasan Masyarakat Digital pada Kompetensi Dampak Sosial Informatika. Berbeda dengan pada saat tatap muka langsung, siswa begitu antusias dan menikmati pembelajaran.

Untuk mengatasi masalah di atas perlu diberikan alternatif sumber belajar lainnya yang interaktif, menarik dan mudah dimengerti dengan video pembelajaran. Media pembelajaran yang tepat adalah dengan menonton Vian DIY, yang merupakan singkatan dari Video Pembelajaran di Youtube. Media video yang digunakan dalam proses belajar mengajar memiliki banyak manfaat dan keuntungan, diantaranya adalah video merupakan pengganti alam sekitar dan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat siswa seperti materi proses pencernaan makanan dan pernafasan, video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat dilihat secara berulang-ulang, video juga mendorong dan meningkatkan motivasi siswa untuk tetap melihatnya. (Azhar Arsyad, 2011: 49).

Baca juga:  Pemanfaatan Media Pembelajaran V-Scrap untuk Perangkat Keras Komputer

Beberapa alasan dipilihnya youtube sebagai media untuk menempatkan video pembelajaran adalah sebagai berikut : pertama, siswa bisa memutar ulang video pembelajaran kapan saja (fleksibel) sehingga akan lebih mudah dalam mengatur waktu belajar. Kedua, youtube merupakan media sosial dalam bentuk video yang paling populer dikalangan masyarakat. Ketiga, kuota yang digunakan untuk mengakses youtube kecil, misalnya untuk mengakses youtube dengan kualitas gambar 360p dalam waktu 10 menit hanya membutuhkan kuota sebesar 53 MB (sumber : tekno.kompas.com). Dari beberapa faktor itulah yang mendasari pemilihan youtube sebagai referensi sumber belajar lainnya yang interaktif.

Video pembelajaran bisa dibuat sendiri atau menggunakan yang sudah ada di youtube. Namun biasanya video yang sudah ada di youtube tidak sesuai yang kita harapkan. Isi materi yang disampaikan kurang atau melebar tidak sesuai tema, durasi yang terlalu panjang atau terlalu singkat, atau bahkan dari video dan audio yang tidak jelas. Agar video pembelajaran sesuai dengan keinginan kita, sebaiknya dibuat sendiri.

Baca juga:  Belajar Menggunakan Google Forms Mudah dengan Learning By Doing

Pada saat pengambilan gambar untuk video pembelajaran, perlu diperhatikan obyek yang di rekam, misal jangan terlalu dekat ataupun terlalu jauh. Posisi kamera untuk mengambil gambar yaitu landscape. Tambahan animasi menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa yang menonton video pembelajaran. Volume audio yang terjaga, tidak terlalu kecil dan terlalu besar, begitu juga volume penyaji harus stabil, tidak naik turun, dan aksen berbicara yang jelas serta menggunakan bahasa yang baku.

Setelah video dibuat, maka langkah selanjutnya adalah mengunggah video tersebut di youtube. Perlu waktu beberapa menit, bahkan jam, tergantung dari besar ukuran video, dan kecepatan koneksi internet kita. Video yang sudah diunggah bisa dikolaborasikan dengan beberapa materi dalam bentuk buku pdf, screenshoot gambar – gambar pendukung dan link lainnya pada google classroom.
Video pembelajaran ini diterapkan dalam Pokok Bahasan Elemen – Elemen Masyarakat Digital pada Kompetensi Dampak Sosial Informatika. Terlihat ada peningkatan kehadiran siswa di google classroom, banyak siswa yang menonton video, dilihat dari view di youtube. Hal ini menandakan adanya motivasi belajar siswa yang meningkat. Pada saat tatap muka virtual menggunkaan google meet diberikan pertanyaan secara aklamasi, ternyata banyak siswa yang bisa menjawab bahkan bisa mengembangkan jawabannya, tidak hanya sama persis seperti yang ada di video. Begitu juga dengan hasil evaluasi berupa kuis menggunakan google form, hanya 10 persen siswa yang nilainya di bawah KKM.

Baca juga:  Belajar Efektif Peran Pelaku Ekonomi dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekitar

Dengan adanya video pembelajaran di youtube bisa menjadi solusi pembelajaran daring interaktif, menarik dan mudah dimengerti serta menghemat kuota data internet. Sehingga motivasi dan prestasi belajar meningkat dibandingkan hanya menggunakan tatap muka virtual saja. (ag1/zal)

Guru TIK SMPN 2 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya