alexametrics

Efektivitas Bimbingan TIK dengan Metode Rekam Layar

Oleh: Hery Afianto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEJAK diberlakukannya masa darurat Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, pemerintah mengambil kebijakan untuk pembelajaran via daring atau disebut dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Holmberg (2008) menjelaskan bahwa pendidikan jarak jauh dicirikan dengan adanya keterpisahan antara guru/instruktur dengan peserta didik dan adanya penggunaan satu atau lebih media sebagai alat untuk menyatukannya. Dengan adanya pembelajaran daring guru dan peserta didik sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Pembelajaran dari rumah merupakan hal yang baru bagi guru dan peserta didik, meskipun kita sudah tidak asing dengan penggunaan media online.

Pembelajaran dari rumah secara online merupakan tantangan bagi penulis dalam melaksanakan pembelajaran di tengah wabah covid 19 yang terus meningkat. Kondisi peserta didik yang masih belum siap untuk mengikuti PJJ dan kemungkinan berada dalam kesulitan jaringan, menjadi kendala tersediri bagi pembelajaran online. Tuntutan guru tidak hanya secara akademis tetapi juga kemampuan untuk berkomunikasi yang harus dilakukan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) Seperti penggunaan berbagai media pembelajaran zoom, google form ,Google Classroom, Moodle dan Group Whatsapp dan lain lain. Guru mengirimkan materi pembelajaran, link video pembelajaran, tugas serta sebagai media komunikasi untuk melaksankan proses pembimbingan dan pendampingan kepada peserta didik.

Baca juga:  Membentuk Karakter Peserta Didik melalui Budaya 5S

Banyak kendala yang dihadapi di awal PJJ diantaranya adalah kemampuan peserta didik menggunakan teknologi digital sebagai media pembelajaran belum maksimal, Hal ini pun dapat memicu permasalahan baru. Mengingat latar belakang orang tua yang berbeda-beda. Tak semua orang tua menguasai teknologi. Permasalahan real ini yang sering dihadapi guru ketika melaksanakan PJJ.Tak jarang saat PJJ siswa mengeluh tentang kesulitan mereka menggunakan aplikasi yang bapak/ibu guru gunakan. Dari berbagai kendala yang muncul,sebagai guru kita tentu berupaya memberikan pelayanan pengajaran kapada peserta didik yang baik dan menarik walaupun ditengah wabah covid-19 terutama sebagai guru Bimbingan TIK yang berkewajiban dalam pembimbingan TIK kepada peserta didik yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan di lapangan guru TIK harus dituntut mampu mempersiapkan materi / topik bahasannya dengan cara penyajian yang tepat, terlebih saat pembelajaran dilaksanakan secara online.

Baca juga:  Menceritakan Kembali Isi Fabel Lebih Menyenangkan dengan Teknik Berantai

Penulis sebagai guru Bimbingan TIK di SMP Negeri 1 Kajen berupaya memberikan bimbingan kepada pesera didik dalam hal penggunaan aplikasi yang digunakan oleh guru mata pelajaran sebagai media pembelajaran Online. Bimbingan ini dilakukan melalui WA Grup kelas saat jadwal bimbingan TIK. Penulis dalam hal ini menggunakan media perekam layar pada smartphone . Dimana pada saat pemberian materi atau penjelasan, penulis menjelaskannya melalui smartphone lalu direkam layar dan diberikan kepada peserta didik. Perekam layar yang digunakan adalah DU Recorder yang merupakan salah satu aplikasi perekam layar terbaik dengan ukuran yang cukup ringan. Aplikasi ini mempunyai tampilan yang cukup sederhana serta terbebas dari iklan. Kegunaan aplikasi ini bukan hanya untuk merekam layar dengan hasil kualitas tinggi, tetapi juga bisa untuk melakukan editing atau live streaming. Fitur lainnya yang terdapat pada aplikasi ini yaitu pause atau resume, facecam dengan kamera depan, shake to stop, external sound recorder, built-in GIF maker, tap tracking, video dan image editor, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Menulis Procedure Text dengan Teknik Picture and Picture

Setelah dilakukan bimbingan ini sebagian besar peserta didik di SMPN 1 Kajen dapat mengikuti PJJ dengan lebih baik karena peserta didik sudah dapat menggunakan aplikasi-aplikasi yang digunakan guru mata pelajaran. Guru mata pelajaranpun terbantu, tugas yang diberikan ke peserta didik dapat diselesaikan dengan tepat waktu. (ti1/zal)

Guru SMPN 1 Kajen, Kab Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya