alexametrics

Teka-Teki Silang sebagai Sarana Penugasan di Masa Pandemi

Oleh: Sofiatu Rochmawati, S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMENJAK diberlakukannya masa darurat Covid-19, hampir seluruh sekolah di Indonesia mengambil kebijakan untuk pembelajaran melalui daring atau sering disebut dengan istilah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan adanya PJJ guru dan peserta didik sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan melakukan berbagai upaya menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan berbagai media seperti Group Whatsapp, Google Classroom dan sebagainya. Pemanfaatan berbagai media pembelajaran jarak jauh diolah sesuai dengan kemampuan dan keinginan guru.Di berbagai daerah yang sudah ditunjang dengan fasilitas internet yang cukup bagus, pembelajaran dalam jaringan bukan merupakan hal yang sulit, akan tetapi lain halnya jika pembelajaran dalam jaringan diterapkan di daerah yang minim fasilitas dengan peserta didik yang penuh dalam keterbatasan baik dari kemampuan maupun ekonomi peserta didik, pembelajaran dalam jaringan merupakan hal yang cukup memberatkan.

Baca juga:  Belajar Narrative Text dengan Metode Role Playing

Sistem belajar dalam jaringan memang memiliki beberapa kelebihan salah satunya adalah menghemat waktu, namun system belajar dalam jaringan juga memiliki banyak kekurangan antara lain, banyak peserta didik yang mengeluhkan cara belajar dalam jaringan hanya memberikan tugas-tugas yang menumpuk, yang menambah stress para peserta didik dalam jaringan selama di rumah. Permasalahan yang lain adalah system belajar dalam jaringan menghabiskan banyak data internet/ kuota.

Memahami kesulitan yang dialami oleh peserta didik maka pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Tirto menerapkan system belajar bukan hanya dalam jaringan tetapi juga system belajar luar jaringan dengan memberikan tugas dalam bentuk portofolio yang sederhana dan menarik yaitu teka –teki silang. Permainan teka-teki silang yang mudah dan menyenangkan diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran.

Baca juga:  Mengenalkan Bahaya Penggunaan Zat Aditif Sintetis melalui Proses Pembelajaran

Teka-teki silang adalah permainan yang cara mainnya adalah dengan mengisi ruang-ruang kosong yang berbentuk kotak dengan huruf-huruf sehingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk. Penerapan media teka-teki silang memiliki manfaat yaitu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik, sebab dalam mengisi TTS kondisi pikiran yang jernih, rileks dan tenang akan membuat memori otak kuat, sehingga daya ingatpun meningkat. Sebuah teka-teki bisa menutrisi kesegaran pikiran dan kepenatan sekaligus menambah wawasan dan mengasah kemampuan otak. Sebuah teka-teki bisa membuat peserta didik berpikir, mencari dan menemukan jawaban,TTS seperti sebuah misteri yang menggelitik perasaan dan pikiran untuk menguliknya

Penugasan dengan TTS yang diterapkan pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Tirto adalah guru membuat teka-teki silang sesuai dengan materi yang akan diajarkan atau dibahas. Guru membuat pertanyaan dan jawaban yang singkat saja misal jenisnya adalah sinonim atau akronim. Tugas kemudian di berikan kepada peserta didik melalui wa grup kelas kemudian tugas dikumpulkan oleh peserta didik pada waktu yang telah ditentukan ke sekolah dengan pengaturan yang sesuai dengan protocol kesehatan. Melihat karakteristik TTS yang santai dan lebih mengedepankan persamaan dan perbedaan kata, maka TTS dapat digunakan sebagai sarana penugasan pada masa pandemic sekarang ini. Karena otak dibiasakan untuk terus belajar dengan santai maka diharapkan pembelajaran akan lebih efektif dan tepat sasaran. (pg2/zal)

Baca juga:  Efektifkan Pembelajaran Pengetahuan Lingkungan dalam Pembelajaran Daring

Guru SMPN 2 Tirto, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya